Momen Tahun Baru: Siapkan Kalender dan Hati

Apa yang menarik dari Tahun Baru? Pesta kembang api, acara ngumpul bareng keluarga atau sahabat dekat dengan bakar jagung atau makan-makan? Masing-masing orang punya caranya sendiri untuk merayakan pergantian tahun. Di keluargaku, nggak ada tradisi maupun acara special. Buat Ibu, wajib banget doa bareng keluarga sebelum atau tepat jam 12 malam. Aku sendiri lebih suka menghabiskan malam tahun baru di rumah bareng keluarga. Ya pastinya pengen banget bisa lihat pesta kembang api, tapi apa daya, keluarga tinggal di kota kecil, jadi cuma bisa lihat kemeriahan kembang api dari televisi.

Pergantian bulan Desember ke Januari, juga pergantian tahun, membuat beberapa orang semangat menyambutnya. Ada yang langsung mengevaluasi diri dengan pencapaian selama setahun, lalu membuat resolusi atau ada yang tidak peduli dengan resolusi tapi sibuk dengan persiapan malam tahun baru. Aku termasuk golongan yang pertama. Di akhir tahun, aku menulis daftar keinginan atau target untuk tahun 2016. Sebenarnya waktu bikinnya, ada rasa pesimis dan optimis sekaligus. Takut seandainya tidak tercapai, tapi ada keinginan yang kuat untuk bisa berhasil. Seperti misalnya, punya resolusi untuk menurunkan berat badan, tapi disuruh olahraga males. Atau resolusi pengen punya pacar, tapi urusan disuruh ketemuan sama cowok yang dikenalin temen eh banyak alasan. (Curhat, sis?) Haha.

Pergantian tahun baru sendiri menurutku momen yang istimewa. Kita yang pesimis, diajak untuk bisa semangat lagi mencapai impian-impian yang gagal atau tertunda. Kita yang berhasil di tahun sebelumnya, diminta untuk bisa lebih menantang diri dan keluar dari zona nyaman. Tahun baru harusnya dimaknai sebagai momen untuk bersyukur dan kesempatan untuk bisa bangkit lagi, dengan harapan bisa jadi orang yang lebih baik lagi. Meninggalkan hal yang buruk, termasuk sifat malas dan menunda-nunda. Menggunakan target setiap bulan agar hidup bisa terarah dan berbuat lebih banyak kebaikan buat orang lain. Menabung demi bisa jalan-jalan ke tempat-tempat seru, atau doanya bisa diganti, dapat sponsor terus bisa jalan-jalan gratis. Biar bisa kayak travel blogger. Hehe. Asyik memang menulis daftar keinginan atau impian, tapi urusan merealisasikannya butuh konsisten dan nggak gampang menyerah. Setuju? πŸ™‚

Jadi… Selamat Tahun Baru 2016. Happy New Year, dear friends! Sehat terus dan panjang umur… biar bisa jalan-jalan dan makan-makan enaaakk! πŸ˜€

Tahun baru itu bukan hanya tahunnya saja yang ganti, tapi hatinya juga harus siap. Siap sama perubahan. So, are you ready for 2016? πŸ™‚ πŸ™‚

Advertisements