Nemu Tulisan Lama

Bingung mau nulis apa malam ini. Buka-buka folder dan nemu tulisan ini. Kapan yah terakhir nulis fiksi? Udah lamaaa banget pastinya. 😦 Buat menyelesaikan sebuah tulisan memang butuh membaca. Biar otak buntu ini jadi berbuntut. 😀 2015: kembali ke buku. 🙂

DESTINY 

                                      Life is About Making Decision

Angin pagi di musim dingin berhembus. Amy membetulkan pasmina-nya yang dipakainya untuk menghangatkan diri. Dia membuka sepucuk surat yang ada di mejanya. Dari seseorang yang paling mengerti dirinya.

Keberanian mencoba sesuatu adalah perkara yang tidak mudah. Kau tahu, bahwa hidup memberikan banyak piihan. Kau harus memilih yang tepat untuk menghasilkan kehidupan yang lebih baik. Itu berbicara soal masa depan. Kejar mimpimu!

 Gramtee

Amy tersenyum, meletakkan suratnya lalu mencari cangkir favoritnya. Aku perlu kopi sebelum memulai hari yang berat ini, pikirnya. Amy membuka jendela dan menemukan dirinya begitu bersemangat. Sebuah pesan pagi hari dari seorang yang amat dicintainya, membuat dirinya merasa begitu diberkati dan melupakan kecemasan yang sempat mengganggu tidurnya semalam.

Hari ini dia berniat akan melakukan apa yang selama ini menjadi impian masa kecilnya. Dia akan keluar dari pekerjaannya yang dijalaninya sekarang dan pergi ke suatu tempat, yang jauh dari keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dia akan sepenuhnya mengabdikan diri terhadap sesuatu yang dia yakininya akan membuat hidupnya merasa lebih bermanfaat. Amy percaya bahwa hidup setiap orang telah ditentukan, tetapi tetap saja manusia harus mengejar apa yang menjadi panggilan hidupnya. Amy pernah cerita tentang banyak hal pada Gramtee. Gramtee adalah seorang yang dicintainya setelah Mom dan Dad. Gramtee adalah nenek paling sabar sedunia, dan dia adalah koki terbaik, setidaknya untuk dirinya. Amy duduk di kursi makannya, menatap halaman belakang rumahnya yang masih berantakan karena daun-daun berserakan dan tidak ada seorang pun di rumah yang sempat untuk menyapunya. Amy jadi berpikir kembali, kalau dia mengambil keputusan untuk keluar dari rumah, siapa yang akan membantu Mom dan Dad nanti. Hatinya mulai berpikir ulang. Dia menghabiskan kopinya dengan bergegas dan mengambil handuk.

Advertisements