Thanks 2014 and Hellooo 2015!!

Akhirnyaaa… buka blog dan mulai nulis lagiii! Nyesel bangeeett taun 2014 jarang nulis. Sibuk? Ngg… Nggak juga siiihh. Hehe. Postingan terakhirku di blog ini doongg… tanggal 10 September 2014!! Duh Jojooo!! Malas bener dirimu! ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜ฆ

Jadi tuh kemaren tanggal 01.01.2015 niatnya mau nulis (dan akhirnya batal!) karena seru aja… masih dalam semangat taun baru dan semuanya seperti mulai dari awal lagi. Seperti status orang-orang… “sarapan pertama di taun 2015”, “kopi pertama”, “first sunrise”, tulisan pertama”, dan lain-lain yang semua serba pertama. ๐Ÿ™‚ Euphoria taun baru membuat banyak (atau beberapa?) orang menjadi bersemangat menyusun resolusi atau impian. Sebagian orang sibuk menyusun resolusi, sedangkan yang lain menjalani hidupnya seperti biasa… tetap produktif, tidak peduli soal resolusi. Nah, aku yang mana yah. Waktu akhir taun dan hari pertama di Januari 2015, aku sama sekali nggak nulis resolusi. Cuma waktu kebaktian akhir taun di gereja, aku diam-diam minta sama Tuhan. I want to have excellent spirit and life. Udah gitu aja. Nggak nulis detail ini itu, pengen ini itu dan minta pengen nikah juga (haha curcol habis!) ๐Ÿ˜€ Yaaahh intinya kan resolusi yang ditulis itu hukumnya harus dilakukan. I chose to not write it but to make it happen. Resolusi atau mimpinya mungkin cukup disimpan dalam ingatan aja. ๐Ÿ™‚ Yah seperti kenangan masa lalu. *apa sih Jo ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Mau cerita sedikit ah soal taun 2014 yang sebenernya mungkin biasa aja kalo dibandingkan sama kehidupan orang lain. Hal yang disyukuri adalah keputusan tepat yang kuambil untuk tetap mengajar di sebuah pre school di Semarang. Awalnya aku memang pengen resign karena alasan pengen mencoba hal baru dan pengen pekerjaan yang bisa bikin aku keliling Indonesia. Mimpinya pengen kerja tapi traveling gitu. Tapi setelah nanya ortu, mikir ulang, dengerin pendapat orang-orang di sekelilingku dan juga doa, yah akhirnya kuputuskan untuk tetap di Semarang. Cuma akhirnya aku mikir untuk aktif di gereja dan nyoba hal baru, seperti siaran radio dan ikut les tambourine. Radionya belum dikenal banyak orang dan siarannya sendiri streaming. Tapi aku seneng njalaninnya. Kenapa yah nggak dari dulu siaran. Siaran itu seruuu sodara-sodara! ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜›

Waktu akhirnya siaran sendiri nggak ada partner, aku ternyata menikmati. Meski ada sedikit kesalahan teknis. Namanya juga penyiar baru, ya tolong dimaklumin yah. Hihi. Cuma waktu siaran sendiri, bisa kerasa bedanya. Kalo ada partner kan enak yah… siarannya bisa seru karena ada temen ngobrol dan diajak becandaan yang bikin siaran lebih hidup. Nah, kalo pas ON AIR sendiri, nggak tau gimana caranya pokoknya si penyiar HARUS asyik.ย Sebaik-baiknya seorang penyiar adalah kayak orang gila. ๐Ÿ˜€ Ngobrol sendiri, senyum-senyum sendiri, dan juga ketawa-ketawa sendiri. Nah, untuk urusan seperti ini yah kayaknya sih saya bisa. ๐Ÿ˜€ย 

Selain siaran, aku juga nari. Les nari tiap sabtu sore jam 4. Bulan november lalu aku udah ujian praktek. Ujiannya SUSAAAHH. ๐Ÿ˜ฆ Jadi yang dites adalah ayat hafalan yang semua penari harus hafal. Ayatnya dari Alkitab. Selain itu kami juga dites untuk bisa nari satu lagu penuh dari silabus yang mereka kasih. Waktu itu lagunya “Prepare the Way”. Selain lagu itu, tiap penari juga harus milih lagu sendiri (pastinya lagu rohani) dan bikin koreografi untuk lagu itu. Ini SUSAAAHH. ๐Ÿ˜ฆ Ujiannya hari minggu dan tiap penari milih jam ujiannya sendiri. Waktu itu aku milih jam 4 sore. Sebenernya aku udah kenal baik sama si pengujinya karena beliau adalah orang tua murid di tempat aku ngajar tapi tetep aja… grogi! Komentar Miss Anne (pengujiku) soal ujian praktekku… “Not bad”. Miss Anne kasih masukan-masukan seperti aku harus lebih kreatif saat bikin koreografi dan juga maksimal bikin “turnout” nya. Eh, tapi seneng waktu Miss Anne bilang gerakan pointย ku bagus. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

turnout

Source: from here

In ballet, turnout is a rotation of the leg which comes from the hips, causing the knee and foot to turn outward, away from the center of the body. (wikipedia)

Selain ujian praktek, ada juga ujian tertulisnya. Kalo yang ini aku bisa. Belajar dari bukunya mepet. Jadi baru belajar beberapa jam sebelum ujian jadi masih nempel di otak. ๐Ÿ˜€ Les nari beginner 1 berakhir Desember lalu dan mulai lagi bulan ini. Asyiiikk! ๐Ÿ™‚

Hal yang bikin sedih di taun 2014 adalah jarang jalan-jalan. ๐Ÿ˜ฆ Taun lalu lagi banyak kegiatan di sekolah. Seperti Talents Day, Last Day of School,ย pembagian raport semester 1, Natalan bersama guru-guru, dan Natal bareng murid-murid. Untuk acara yang terakhir ini aku jadi PIC (Person In Charge) bareng satu guruย dari sekolah cabang. Ini seru. Seru karena banyak yang dipikirkan dan dipersiapkan. Kepala jadi penuh! Hihi. Konsep natalannya sendiri drama dan kebaktian. Aku sendiri yang nulis dramanya. Ceritanya tentang siswi-siswi kaya yang pamer soal rencana liburan natal mereka. Terus ada satu anak dari keluarga miskin yang nggak bisa beli pakaian atau liburan karena nggak punya uang. Dari 3 anak kaya itu, ada salah satu yang baik. Dia yang akhirnya ngasih hadiah natal ke temennya yang miskin itu. Yang main dramanya semua guru, total ada 5 orang. Di tengah-tengah drama ada balet (solo), dan di akhir drama ada modern dance.ย Yang nari adalah pemain dramanya, 4 orang. Dramanya dalam bahasa inggris. Seneng pas lihat dramanya sukses meski ada sedikit kesalahan teknis seperti si pemain dramanya lupa bawa 2 microphone (mic), jadi pas ada adegan ngobrol, mereka harus gantian mic.ย 

I got a lot of blessings in 2014. I met new friends, met some kind people… Am grateful! Bersyukur bisa akhirnya menemukan passionku juga… Ya nari, ya siaran. Aaaahh, kenapa nggak dari duluuu siiihh. ๐Ÿ˜ฆย 

Intinya taun ini HARUS lebih baik. Dalam segala hal. Harus lebih produktif! Nggak boleh malas. *Amiiinn. ๐Ÿ˜›ย 

So… Hellooo 2015! I am getting ready for another surprise, for new experience and challenge! Keep dreaming big dreams!! ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ย 

Advertisements