Why So Serious? Woles Ajalah… :D

ifeelsorry

How was your day? Masih sehat dan semangat menjalani hidup kan? 😀 Kalo dipikir-pikir, hidup itu sebenernya sederhana lho, cuma kitanya aja yah yang bikin ribet. Bener nggak? 😀 Ada orang yang masalah hidupnya segudang, tapi bawaannya ceria mulu. Ada yang masalah hidupnya cuma soal jerawat atau ban kempes, tapi hebohnya nggak ketulungan. 😀 Ada orang yang hobinya tersinggungan. Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit salah paham, bikin teman-teman di sekitarnya jadi males temenan sama dia. Ada juga orang yang santai tapi rendah hati. Menganggap masalah itu adalah hal yang perlu diselesaikan, bukannya dihindari. Kamu yang mana? 😉

Mungkin buat orang bertipe easy going seperti saya, kadang bingung liat orang yang suka menganggap serius segala sesuatu. Sebenarnya yang dihadapinya adalah hal kecil atau sepele, tapi buat orang tertentu, itu bisa jadi hal yang besar atau serius. Ya saya tau, hidup ini kan soal bertemu dengan banyak orang dan setiap orang punya keunikannya sendiri. Seperti cara bicara, selera musik, film, karakter, sampai pandangannya terhadap sesuatu. Kita nggak bisa membuat orang lain mempunyai selera yang sama dengan kita atau bahkan menjadikan diri kita selalu bahagia dengan sikap mereka. Ada kalanya kita terlibat salah paham dengan orang lain. Misal saja tersinggung dengan kata-kata di status teman, yang kita anggap status tersebut mengarah ke kita. Padahal belum tentu, kan? Kalau sudah begitu, kenapa terlalu serius menanggapi? Woles aja laaahh. 😛

Beda karakter, beda cara menanggapi. Ya, saya kelihatan selalu ceria, tapi bukan berarti saya nggak punya masalah, kan? Saya cuma nggak mau membagi sedih atau galaunya saya dengan mudahnya ke semua orang. Ya ada sih ya, yang hobinya galau dikit, pasang di status BBM atau berbagi di social media. Nah, itu bukan saya banget. 😛 Atau ada tuh, yang lagi kesel atau marah-marah karena sesuatu trus nulis di status. Hai hai… kenapa terlalu serius? 😛

Ya ya. Nggak semua orang easy going atau mudah menerima. Saya juga dulu orangnya pemarah dan mudah tersinggung, tapi setelah saya ganti pola hidup, semua berubah. Menurut saya, kuncinya ada 3. 😛 Dekat sama Tuhan, rendah hati, dan bergaul sama orang-orang yang positif. Buat saya, karakter itu terbentuk dari kebiasaan. Kalau kebiasaan sudah buruk, ya buruklah karakter kita. Dekat sama Tuhan bikin hati lebih tenang, bawaannya nggak mudah curiga sama orang, nggak gampang tersinggungan atau salah paham sama kata-kata orang.

Rendah hati itu proses belajar setiap hari. Kita bakal ketemu sama orang-orang yang galak, baik, nyebelin, pemarah, murah hati, dan bermacam-macam lagi sifatnya. Orang-orang itulah yang sebenarnya dikasih Tuhan buat membentuk karakter kita. Biar karakter kita makin bertumbuh dan bukannya lembek atau gampang menyerah.

Berteman dengan orang-orang yang positif itu bikin adem. Kata-kata, pola pikir, kebiasaan, dan cara hidup mereka positif. Karena pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, jadi pilihlah teman-teman yang membangun.

Jadi, kalo ketemu sama temen-temen yang terlalu serius menanggapi sesuatu, becandain aja dan bilang, why so serious? Woles ajalaaahh… 😀

31525_20120820_160014_Happiness_quotes

Advertisements