Tuesday! I’m happy… thank you :)

Gini yah. Saya tuh orangnya mudah terharu dan bahagia untuk hal-hal kecil. Jadi apa pun hal yang menyenangkan dan seru terjadi, saya gampang bahagia. 😀

Semisal hari ini. Hari selasa. Hari kerja seperti biasa. Karena nggak ada kelas, aku bantu-bantu di kelas temen. Di kelas temen itu, aku bisa ketemu murid-muridku yang dulu. Mereka naik kelas bulan Juni kemarin. Senaaangg bisa ketemu mereka lagi. Dan mereka masih lucu juga menyenangkan seperti biasa. 🙂 Yang bikin bahagia ketemu anak-anak adalah denger celoteh dan lihat manja-manjanya mereka… aaakk, itu nggak bisa tergantikan oleh apa pun. 😉 Ya kalo yang udah punya anak sendiri, ya celoteh anaknya yang bikin kangen ya. Hihi. 😛

Hari ini berjalan seperti biasa. Masuk jam 7 pulang jam 3 sore. Pulang kerja nggak langsung pulang, karena sudah janjian jogging sama temen-temen kerja. Sebelum-sebelumnya aku juga suka jogging sama satu temen kerja. Cuma kali ini kami janjian jogging rame-rame. Ya cuma 5 orang termasuk aku, sih. Itu termasuk si bos juga yang berjanji untuk diet dan olahraga. Hihi. Semangat miss! 😀

Nebeng mobil si bos, pergilah kami menuju sebuah stadion yang rame di kota Semarang. Nggak jauh dari pusat kota. Biasanya banyak atlet lari berlatih di sana. Sore ini rame. Banyak yang olahraga, yang cuma duduk-duduk nungguin temen ya juga ada. 😀

Mulai jogging jam setengah 5 kurang. Udah sore banget, tapi mataharinya masih terik. Sore tadi, lapangan nggak disiram, jadi debunya terasa sekali. Misalnya ada orang yang lari di depan kita, kita yang dibelakangnya pasti bakal kena debu pasirnya. Tapi ya tetep dibikin asyik aja. Yang penting lari sorenya kan.

Nggak tahu kenapa, tadi pas lari rasanya ngos-ngosan banget. Pas kemarin libur lebaran memang aku nggak olahraga sama sekali. Kaki sih nggak pegel, cuma nafasnya yang capek. Hwaaa. Tapi seneng deh. Liat si bos semangat banget joggingnya. 😀 Oya, ini pose sebelum lari… harusnya 5 orang ya, yang satu lagi, yang empunya henpon malah nggak ada di foto ini 😀

kika: vena – jojo – retha – yuli

Awalnya lari sendiri-sendiri, habis itu barengan. Nah ini! Kalau rame-rame dan cewek semuaaa, ya gituh… Berasa stadion milik sendiri. Hehe. Ketawa-ketawa ngomongin ini itu. Melihat sekitar dan jadi bahan obrolan. Bhihihi. Jogging rasanya capeknya nggak di kaki atau badan deh, tapi capek ketawa. 😀 Apalagi si bos tadi. Pas lihat sesuatu yang lucu dikit, dia langsung inget aku. Dia langsung semangat manggil diriku. “Jo, ada bule, Jo…” 😀 Pas lihat sasaran yang dimaksud, oalah, si mas bukan bule 100 % tapi campuran gitu. Lucu sih, gayanya harpot (harry potter) banget. Geek. 😛 Ya begitulah kebahagiaan yang hadir di stadion lari sore ini. Mas harpot juga kebersamaan. Hihi. 😛 Nggak penting berapa putaran yang kami lalui, asal sudah ketawa-ketawa senang dan sedikit berkeringat dan capek, itu sudah lebih dari cukup. Karena besok dan sampai jumat bakal balik lagi ke sini. Ini aku udah (terlanjur) janji sama si bos bakal nemenin dia jogging. 😀 *elus elus kaki*

Habis jogging pada pulang ke rumah masing-masing dan aku langsung ke kost, mandi, lalu pergi beli makan malam. Aku pergi ke sebuah warung tenda pinggir jalan. Aku sudah sering ke sini. Kadang minta dibungkus untuk dimakan di kost, tapi malam ini aku pengin makan di sana. Di depanku ada pasangan suami istri usia 50 an yang duduk dan makan bersama. Malam ini aku pesan lele goreng dan es buah. Cukup lama nunggunya, karena si tante penjual masih sibuk melayani pelanggan yang lain. Setelah pasangan suami istri tersebut selesai, datang lagi pengunjung yang lain. Kali ini sepasang kakek-nenek keturunan chinese dan ramah. Kuperkirakan si nenek usianya 70an, sedang si kakek usianya 80an. Saat mau duduk di depanku, si kakek minta ijin dulu. Aku pun menyambut dengan senyum senang. Kakeknya ganteng, batinku. 🙂 Waktu aku lihat si nenek, neneknya pun cantik. Entah kenapa, aku senaaangg sekali lihat mereka. 😉 Mereka pasangan kakek nenek yang ramah dan baik. Saat aku mengambil sendok di meja dan mau melanjutkan lagi makanku, aku berkata ramah pada si kakek yang intinya mengatakan pada dia bahwa aku makan duluan. 

Si nenek sibuk memilih lauk untuknya dan suaminya, dan dia sangat sabar dan selalu tersenyum. Si kakek pun menunggu dengan sabar di kursi dan hiburannya ya melihat-lihat sekeliling yang saat itu ada seorang anak perempuan kecil yang adalah cucu tante pemilik warung. Setelah sibuk memilih lauk, akhirnya si nenek duduk dan beberapa saat kemudian, pesanan mereka datang. Mereka pesan cumi dan ayam goreng. Si nenek memberi si kakek satu porsi nasi, sedangkan untuk dirinya hanya setengah porsi nasi. Kuperhatikan kakek nenek yang duduk tepat di hadapanku itu. Sebelum mereka makan, mereka menunduk dan berdoa. Sendiri-sendiri. Setelah itu, si kakek melihat ke arahku dan seperti membalas tindakanku sebelumnya, dia memberi kode padaku seolah ingin memberitahuku, “kami makan dulu ya”. Si nenek awalnya tidak mengerti, tapi akhirnya dia pun melihat ke arahku dan tersenyum.

Aaaahh. Aku suka sekali pasangan kakek nenek seperti ini. How sweet both of them. Romantis yang bukan alay, tapi yang sungguh nyata. Si nenek yang perhatian dan sabar melayani suaminya, dan suaminya pun pengertian. True love does exist, yes? 😉 Ada 2 hal yang selalu bikin terharu. Pertama, lihat Ayah dan anak perempuannya yang menghabiskan waktu bersama. Kedua, lihat pasangan kakek nenek yang sehat dan ramah. Itu sukses bikin haruuu… :”)

Aku selalu suka bertemu orang-orang baru. Di tempat-tempat yang tak terduga bahkan seperti malam ini, di sebuah warung makan tenda pinggir jalan. Kadang hanya pertemuan yang singkat tapi penuh makna. Ada yang membekas, ada juga yang mungkin terlupakan. Ini yang aku suka saat makan di warung kecil, kamu bisa bertemu dengan orang-orang yang sederhana, yang justru akan lebih menyenangkan kalau kamu bisa berinteraksi dengan mereka. Beberapa dari mereka memberimu cerita-cerita yang menarik.

Yah begitulah cerita hari selasaku. Biasa aja mungkin, ah tapi… I’m happyyy… thank you Tuesday! 😉

 

Advertisements