Dear Monday, Be Nice Please! :)

Berhubung besok masuk kerja setelah kurang lebih 1 minggu libur lebaran, malam ini aku mau bagi sedikit soal “Semangat Kerja” yang dibahas di gereja beberapa waktu yang lalu. Hayooo mana suaranya yang masih pengen libuuurr? Haha… 😀 Aku sih udah puaaass libur 1 minggu. Libur kelamaan juga nggak enak. Alamat ndut. 😛 Enakan juga sibuk, ngg sibuk yang produktif tapi ya. 😛

Sengaja malam ini mau membahas soal “Malas”. 😀 Ini ringkasan dari kotbah Pdt. Nathan, GBI Gajah Mada Semarang. 

Ada beberapa hal yang harus dimiliki untuk SUKSES:

  1. Karakter
  2. Semangat
  3. Kemampuan
  4. Kejujuran
  5. Integritas

Menjadi “kepala” itu bukan bicara posisi, tapi FUNGSI, yaitu:

  • Berdampak. Menjadi dampak atau pengaruh yang semaksimal mungkin.
  • Setia pada tanggung jawab yang diberikan

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)

Never give up! Eagerly follow the Holy Spirit and serve the Lord.

Prinsip bekerja:

  1. Rajin. Jangan malas.
  2. Miliki roh yang bergairah.
  3. Layani Tuhan.

Tuhan bekerja melalui kerajinan Anda.

How soon “not now” becomes “never” (Martin Luther)

Karakter pemalas:

  1. Ahli membuat berbagai alasan. “Si pemalas berkata, “Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.” (Amsal 22:13)
  2. Tidak menghargai waktu atau kesempatan. “Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.” (Amsal 20:4) Pemalas menyia-nyiakan aset yang mahal, yaitu waktu.
  3. Senang tidur, susah bangun. “Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?” (Amsal 6:9) “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar.” (Amsal 19: 15)
  4. Tidak tuntas. “Aku melalui ladang seorang pemalas  dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi. Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh. (Amsal 24:30-31)
  5. Tidak bisa dipercaya. “Seperti cuka bagi gigi dan asap  bagi mata, demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya.” (Amsal 10:26)

A lazy employee will give you nothing, but trouble.

Being lazy is no different from being a troublemaker.

Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. (Amsal 18:9)

Akibat kemalasan: 

  1. Hidup menjadi sulit. “Jalan si pemalas seperti pagar duri,  tetapi jalan orang jujur adalah rata.” (Amsal 15:19)) If you are lazy, you will meet difficulty everywhere, but if you are honest, you will have no trouble.
  2. Kemiskinan. “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” (Amsal 10:4)
  3. Menerima kerja paksa. “Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.” (Amsal 12:24) Work hard and you will be a leader. Be lazy and you will be a slave.
  4. Mengganggu orang lain. “Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.” (2 Tesalonika 3:11) Banyak orang bersemangat namun untuk hal yang tidak berguna dan alasan yang salah.

Sekian postingan beberapa alasan kenapa kita tidak boleh malas. 😀 Postingan selanjutnya bahas tentang “Rajin” ya. 😉

Beberapa jam menjelang Senin, nih… 😀 Besok semangat kerja lagi ya man teman! *salim satu satu* 😛 

Advertisements