If you had to choose one song to define your life, what would it be?

Gambar dari sini

Setiap hari Rabu jam 2 siang, di tempat kerjaku diadakan English Class. Karena di sekolah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, jadi setiap guru perlu dibekali pelajaran bahasa Inggris dan pertemuan ini wajib diikuti. Biasanya yang memberi pelatihan bahasa Inggris adalah native speaker yang kerja di sekolahku, atau saat nggak ada native speaker, ada satu orang teman yang jago Inggris yang ngisi sesi di english class.

Kali ini aku nggak membahas tentang kelasnya. Tadi pas buka-buka smartphone, cari ide untuk nulis hari ini, aku jadi ingat dulu di english class pernah belajar tentang penggunaan “If”. Ada satu yang aku ingat, “If you had to choose one song to define your life, what would it be? Why?” Dan setelah dipikir-pikir, lagu “Amazing Grace” itu bener-bener lagu yang paling tepat. Nggak, aku nggak pilih lagu-lagu galau, cuma emang lagu “Amazing Grace” rasanya paling pas menggambarkan hidup. Mengingat kita ini kan masih manusia biasa yang masih banyak kekurangan dan selalu butuh Tuhan di setiap aspek kehidupan. *tsaahh* πŸ˜› Lagu “Amazing Grace” memberi efek sedih waktu dinyanyikan di gereja, bukan karena apa-apa, tapi jadi inget semua dosa. πŸ˜›

Amazing Grace… selamanya jadi soundtrack hidup, deh. πŸ˜€

AMAZING GRACE

Amazing grace, how sweet the sound.

That saved a wretch like me.

I once was lost, but now I’m found.

‘Twas blind, but now I see.

‘Twas grace that taught my heart to fear

And grace my fears relieved.

How precious did that grace appear

The hour I first believed.

When we’ve been there ten thousand years

Bright shining as the sun,

We’ve no less days to sing God’s praise

Then when we first begun.

Amazing grace, how sweet the sound

That saved a wretch like me.

I once was lost, but now I’m found.

Was blind, but now I see.

Advertisements