Bacaan Sebelum Tidur

Sebelum tidur malam, biasanya gue baca bible atau buku yang isinya berupa 365 renungan yang kudu dibaca tiap hari. Kalau pas rajin, gue bisa baca keduanya, ya bible, ya buku renungan satu tahun itu. Mulai malam ini, gue JANJI bakal rajin baca. Ini sekalian belajar mengatur waktu dengan baik dan mendisiplinkan diri kala digoda dengan alasan-alasan semacam capek, ngantuk, dan enakan main internet dibanding baca bible. 😀 Biar makin disayang Tuhan, gue harus makin berbakti, supaya enteng jodoh dan rejeki. YA ELAH, JO. 😀

Malam ini gue mau bagi apa yang gue baca. Ini ceritanya…

“Menolong”

Beberapa tahun yang lalu di Seattle diadakan Seattle Special Olympics. 9 peserta, semuanya cacat fisik atau mental, mengikuti lomba lari 100 yards. 

Ketika pertandingan dimulai, semua peserta mulai berlari, kecuali seorang anak laki-laki yang tersandung di aspal, jatuh beberapa kali, lalu ia menangis. 8 peserta yang lain mendengar anak ini menangis. Mereka menoleh ke belakang dan mereka semua berbalik dan berlari menuju ke tempat anak yang sedang menangis itu. Seorang anak perempuan yang menderita Down’s Syndrome membungkuk, menciumnya, dan berkata, “This will make it better”.

Lalu ke sembilan anak itu bergandengan tangan dan berjalan bersama-sama menuju garis finish. Semua penonton di stadium itu serentak berdiri dan bertepuk tangan selama beberapa menit. Mengapa? Karena dalam hati, mereka semua mengetahui bahwa ada hal yang lebih penting daripada meraih kemenangan untuk diri sendiri. Yang lebih penting yaitu menolong orang lain untuk menang, walaupun itu berarti kita perlu menunggu dan mengubah kecepatan kita.

Carry each other’s burdens, and in this way you will fulfill the law of Christ. – Galatians 6:2 (NIV)

***
Selesai sudah weekend yang kurang produktif ini. Selamat menyambut Senin! *tarik selimut* :*

Advertisements