Day341: [Jojo Jalan Jalan] Ke Keraton Surakarta

Pendopo atau Bangsal Sumewa

Saat mendengar kata ‘Solo’, beberapa orang mungkin akan menjawab Keraton Surakarta. Keraton Surakarta menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi sebagian orang saat di Solo. Sabtu (30/11) yang lalu, selain berkunjung ke Agrowisata Sondokoro PG Tasikmadu, saya dan teman-teman kerja juga main ke Keraton Surakarta. 

Saat masih menunggu pemandu datang, daripada bengong, kami foto-foto di pendopo yang disebut dengan Bangsal Sumewa. Bangsal Sumewa ini adalah bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya seorang wanita pemandu yang murah senyum datang menghampiri kami. Pemandu pun mulai menceritakan sejarah mengenai Keraton Surakarta. 

Keraton Surakarta merupakan pindahan dari Keraton Kartasura yang sudah tidak layak pakai karena perang saudara. Raja boleh mempunyai istri lebih dari satu, dan saat Raja meninggal, yang menggantikan posisinya haruslah anak laki-laki tertuanya. Si pemandu bercerita Pakubuwono 6 meninggal saat perang, dan saat itu istrinya tengah mengandung. Karena belum punya keturunan untuk meneruskan kerajaan, akhirnya adiknya yang menggantikan jadi Pakubuwono 7 dan 8. Lalu barulah yang jadi Pakubuwono 9 adalah anak dari Pakubuwono 6. Sedangkan, Sultan yang sekarang adalah Pakubuwono XIII. Tempat kedua adalah Bangsal Manguntur Tangkil. Pengunjung tidak dibolehkan mendekat atau masuk ke sini. 

Selesai dengan Bangsal Manguntur Tangkil, pemandu pun mengajak kami ke sisi Keraton yang lain. Untuk menuju ke tempat berikutnya, kami harus jalan kaki melewati sebuah jalan kecil yang ramai dilalui kendaraan. Bangsal Sumewa dan Bangsal Manguntur Tangkil letaknya terpisah dengan bangunan Keraton lainnya. Sebenarnya hanya jalan kaki sebentar tapi karena itu pukul setengah dua siang, jadilah lumayan panas dan berkeringat. Saat masuk ke area Keraton yang lain, kami melihat beberapa fotografer yang menyambut kami dengan begitu cekatan memotret wajah pengunjung yang kemudian fotonya dicetak dan ditawarkan ke pengunjung yang wajahnya berhasil dipotret. Di teras juga ada stand souvenir. Ada juga yang jualan blangkon. 

Kami masuk ke bangunan Keraton yang ternyata sebuah Museum. Disambut dengan lorong yang hening, karena saat itu tidak banyak pengunjung. Sebelum masuk ke halaman luas dekat Museum, ada sebuah papan peringatan tentang tata tertib masuk Keraton, yang sebelumnya sudah diberitahu pemandu saat di Bangsal Manguntur Tangkil. Peraturan seperti, tidak boleh pakai sandal, harus sepatu, dan juga kacamata hitam harus dilepas. Termasuk peraturan mengenai berpakaian yang sopan. 

Di halaman Keraton yang luas itu kami disambut dengan pohon-pohon tinggi yang cantik dan daun-daun berguguran.  Saat lihat pemandangan seperti itu, langsung semangat buat foto-foto. 😀 Di setiap bangunan ada patung-patung Eropa yang cantik yang ternyata pemberian dari raja-raja Eropa yang bersahabat dengan Sultan. Pengin motret patung-patung itu tapi tidak bisa mendekat karena memang tidak diperbolehkan. Ada larangan yang bertuliskan, “batas pengujung”. Ada juga menara tinggi yang merupakan menara pengintai. 

Selesai menikmati halaman Keraton yang cantik, kami diajak masuk ke Museum. Di Museum banyak sekali yang kami lihat, yaitu barang-barang bersejarah dan peninggalan-peninggalan yang berharga. Di lorong Museum ada juga kereta jenazah, khusus yang ini saya nggak mau motretnya. 😀

Yak, segitu aja cerita tentang Keratonnya. Menarik pergi ke Keraton, tak hanya punya kesempatan mengagumi bangunannya yang cantik dan artistik, kita juga belajar bagaimana menghargai kebudayaannya yang unik. 🙂 Sekian cerita jalan-jalan di Keraton Surakarta. Selamat menikmati sedikit foto-fotonya di bawah. 🙂

Bangsal Manguntur Tangkil

Perlu diperhatikan: tata tertib masuk keraton!

Kata temenku yang baru pulang dari Korea, fotoku di sini mengingatkan mereka sama Nami Island. Tuh kan, di Indonesia juga ada pemandangan pohon yang bagus 😀

air suci yang dipercaya bisa bikin awet muda dan beberapa macam khasiatnya itu

HTM: Rp 10.000
Buka untuk umum dari jam 08.30 – 14.30
Hari Minggu jam 08.30-13.00. Keraton tutup pada hari Jumat.

Advertisements