Day319: Yipieeee!!

Akhirnyaaa… wiken juga! πŸ˜€ Gue seneng hari Jumat ini berjalan asyik. Tadi di sekolah, gue juga seneng karena murid gue udah ‘baikan’ sama Miss A, native speaker di tempat gue kerja. Jadi si M, murid gue itu takut sama Miss A. Gue nggak tahu takutnya kenapa, tapi sih kalau gue nebak-nebak, takutnya mungkin karena si Miss A itu tinggi besar. πŸ™‚ Jadi sudah seminggu, M, murid gue itu tiap ke sekolah pasti nangis. Padahal sebelum ada Miss A, Melvi nggak seperti itu. Anaknya juga ceria. Tapi sejak Miss A ke kelas, M nangis ketakutan, dan bahkan bilang ke mamanya kalau dia nggak mau sekolah. Orangtua murid gue yang lain akhirnya kasih saran ke mamanya M untuk menyiapkan kado, dan kado itu diberikan ke Miss A biar Miss A bisa kasih ke M. Jadi biar M hatinya luluh karena dia dapat kado dari Miss A. Dan akhirnya tadi gue nyuruh temen gue buat mempertemukan si M dan Miss A. Miss A pun ngasih kado ke M dan si M yang awalnya takut-takut eh berubah jadi seneng. Ya memang dasarnya anak-anak, dikasih kado mah langsung luluh hatinya. Yang tadinya takut, M pun berubah jadi berceloteh banyak deket Miss A. Kasian, Miss A yang nggak bisa bahasa Indonesia pun kebingungan denger celotehan anak umur 2 tahun yang bahkan bahasa Indonesianya aja belum jelas. πŸ˜€ Jadilah temen gue nerjemahin bahasa batita itu ke Miss A. Seneng akhirnya murid gue nggak takut lagi dan berubah ceria. Ini fotonya si M yang malu-malu waktu gue suruh foto berdua sama Miss A. πŸ˜€

M and Miss A πŸ˜€

Kesenengan lainnya adalah sore tadi gue ikut audisi presenter di gereja. Seru juga ya ngomong di depan kamera. Kalau tadi nggak disuruh spontan ngomong kok, tapi baca tulisan yang ada di layar komputer yang ada di depan. Tadi ada 4 peserta lain yang juga ikut audisi. Semuanya cewek. Salah satu orang multimedia di gereja adalah orangtua murid gue. Jadi pas nama gue dipanggil buat audisi, gue nggak dipanggil dengan nama aja, tapi pakai “miss”, jadilah… “Ya berikutnya, Miss Yoan”. Kan malu. πŸ˜›
Puji Tuhan, audisi lancar. Mereka bilang waktu gue ngomong depan kamera sudah bagus, hanya saja gerak tangan gue harus dikurangi. Ada salah satu orang yang bilang kalau suara gue unik. Hihi. πŸ™‚ Gue sih nggak terlalu deg-degan waktu audisi, ya mungkin karena pekerjaan gue sebagai guru yang sudah terbiasa ngomong depan banyak orang. Dari pihak multimedia bilang kalau kami yang ikut audisi bakal ditraining tentang hal-hal yang bersangkutan dengan dunia presenter, ya seperti artikulasi dan lain-lain. Ya, gue seneng akhirnya bisa nyoba hal baru. Menyenangkan. πŸ™‚

Setelah selesai audisi, gue ikut komsel di gereja. Komsel itu kebaktian kecil dengan hanya beberapa orang saja. Kami berbagi cerita dan juga makanan. πŸ˜€ Ya seneng sih, soalnya cerita-cerita yang dibagikan juga beragam. Mulai dari temen yang kehilangan dompet di mall dan akhirnya ketemu setelah beberapa jam dan setelah dia mengambil keputusan untuk bersyukur bukannya bersungut-sungut menyalahkan keadaan. Lalu curhatan seorang mama yang kuatir menghadapi anak perempuannya yang beranjak remaja tapi di sisi lain dia bersyukur punya suami yang pengertian yang membuatnya tenang menghadapi persoalan apa pun. Ada juga teman yang masih sma yang cerita soal suka duka di sekolahnya. Dengan berbagi cerita seperti itu, kita jadi tahu kalau kita nggak sendirian. Semua orang punya masalah. Yang menarik dengan ikut komsel di gereja adalah kita punya sebuah wadah yang membuat kita bertumbuh secara iman. Ya karena Β di komsel itu kita saling mendoakan dan mendukung satu sama lain. :”)
Pulang komsel dan hujan lebat. Gue yang nggak bawa payung, akhirnya harus nunggu setengah jam lebih di gereja. Waktu hujan lebat berganti gerimis, gue pun memberanikan diri untuk pulang. Gue mampir supermarket terdekat untuk beli minuman vitamin C dan coklat.
Gue menghadiahkan diri coklat silverqu**n karena hari ini berjalan menyenangkan dan gue happy! πŸ™‚
Dan sebagai penutup hari, gue pun foto-foto! *tetep* πŸ˜€

Ok, have a great weekend everybody! πŸ˜‰

Advertisements