Day315: Melihat Ke Belakang, Berhenti Sejenak, Lalu Bersyukur

Ada banyak hal yang menumpuk di kepala. Ada hal-hal yang mampu diceritakan secara lisan, dan beberapa diantaranya diuraikan melalui tulisan.

Jadi begini. Beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, memaksaku untuk berhenti sejenak.

Melihat ke belakang, menilik ke depan dan menghitung daftar impianku yang masih cukup banyak, juga sesekali menghela nafas.

Kematian seseorang-yang kumaksud di sini adalah anggota keluarga besar dan orang dekat teman-temanku-, membuatku berpikir ulang tentang hidup.

Perpisahan dengan seseorang membuat kita menata ulang hidup.

Segala sesuatu, baik sedih atau senang, terjadi begitu saja tanpa diminta.

Aku cukup tahu kekuatanku.

Ada kalanya mengeluh, tapi setelah melihat kehidupan orang lain, aku merasa beruntung lalu cepat-cepat mengucap syukur.

Aku nggak minta hal-hal yang spektakuler.

Aku tahu kehidupan begitu adil dan Tuhan pun selalu mengamati setiap detail peristiwa yang dialami anak-anak-Nya kan?

Jadi, tidak ada alasan aku kuatir dan takut.

Aku hanya perlu bersabar dan banyak-banyak bersyukur untuk setiap kejadian.

Mereka bilang itu ujian hidup. Tapi kalau kubilang, hal-hal sulit dalam hidup adalah kesempatan berharga untuk belajar, demi naik ke tingkat berikutnya yang lebih tinggi.

Iya, naik tingkat dalam segalanya. Dalam keberanian, percaya diri, juga keimanan. 

Setiap harinya, aku berusaha untuk bisa memahami setiap makna dibalik peristiwa.

Aku tidak percaya apa yang mereka bilang tentang peristiwa yang kebetulan.

Aku sepenuhnya percaya bahwa kehidupan selalu memiliki alasan tepat dibalik peristiwa-peristiwa sedih atau bahagianya.

Tetap, sehebat apa pun setiap individu mencoba memahami dan nrimo untuk kejadian yang dialaminya, tetap tidak bisa sepenuhnya memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang selamanya menjadi misteri.

Meski sebagian mengakui dan sebagian lain pura-pura tidak menyadari, tetap, ada tangan dan mata yang setia mengamati dan menopang kehidupan.

Aku tahu, begitu sulitnya kehidupan. Tapi toh tetap saja ada hal-hal yang menyenangkan untuk dijalani. Aku kagum pada sebagian orang yang menyukai kehidupan. 

Tak perlu terburu-buru dan gegabah menjalani semuanya. Ah ya, ini nasihat yang sungguh sederhana, tapi nyatanya tidak semudah itu.

Sekeren apa pun status yang mampu dibanggakan, secanggih apa pun gadget yang dimiliki, sesibuk apa pun aktivitas seseorang, tetap harus selalu ingat tentang hal ini.

Melihat ke belakang, berhenti sejenak, lalu bersyukur. 

Hidup tanpa perenungan adalah sia-sia. 

Hidup tanpa rasa syukur adalah penderitaan.

Ya, kehidupan adalah sebuah seni yang terus berulang dan selamanya memaksa individunya belajar.

Advertisements