Day297: Sometimes Walk, Sometimes Run

Sore ini gue olahraga dengan perasaan setengah hati. Kelar jam kantor, gue ngerasa ngantuk banget, jadi pas nyampai di stadion olahraga, gue memilih lebih banyak jalan kaki daripada lari. Gue sebenernya udah nggak mau jogging, tapi nggak tahu, gue tetap maksain diri buat jogging. Apalagi lihat temen jogging gue yang semangat olahraga, meski dia ngaku dia kena maag, tapi atas nama nurunin berat badan, dia bersemangat banget buat olahraga. 😀 Gue? Apa sebenarnya tujuan gue olahraga? Kalau diingat-ingat, bulan ini gue semangat banget olahraga, paling nggak 3 kali dalam seminggu. Ya jogging, ya aerobik. Sebenarnya selain karena persiapan fisik waktu mau naik gunung Ungaran beberapa waktu yang lalu (yang sampai sekarang gue belum bikin postingannya :D), tujuan gue olahraga adalah karena ingin hidup sehat, punya kualitas tidur yang baik (berhubung gue sedikit insomnia), dan juga mau nurunin berat badan. 😀 Kalau dilihat memang gue nggak kurus juga nggak gendut, cukup aja, tapi gue terobsesi pengin BB gue 40 kg, dan itu artinya gue harus nurunin sekitar 3 kg. 😀

Daaann, sore ini di stadion, gue olahraga dengan banyak banget yang gue pikirin di kepala gue. Gue mikirin malam harinya bakal makan di luar atau hanya makan pisang saja. Gue kepikiran rencana gue untuk resign tahun depan dan pengin mencoba pekerjaan lain yang berhubungan dengan sosial, anak-anak, dan traveling. Gue kepikiran buat beli netbook untuk mengganti laptop yang jadul. Gue kepikiran tentang rencana bepergian long weekend awal november dan liburan natal sama temen-temen kerja gue. Setelah semua hal itu, yang terakhir, gue kepikiran babe. Ayaaahh! 😦 Tiba-tiba gue ngerasa kangeeenn. Terakhir ketemu babe waktu lebaran kemarin. Sebenernya waktu libur idul adha kemarin, gue ada kesempatan buat pulang, tapi gue lebih memilih berpetualang naik gunung. Dan rencana ini pun gue sembunyikan dari babe, karena takut beliau bakal kuatir. 

Lagi ribet sendiri soal urusan hati dan beban pikiran macam-macam, sambil olahraga, gue juga lihat sekeliling gue. Melihat keramaian yang ada di stadion. Di area lari, ada beberapa anak dan remaja laki-laki maupun perempuan yang berlatih lari. Badan mereka kurus-kurus dan kaki mereka juga bagus. Dari kaki bisa terlihat bahwa mereka sering berlatih. Di area berumput, ada sekumpulan anak laki-laki yang berlatih ketangkasan sebagai bagian dari olahraga sepakbola. Mereka terlihat bersemangat latihan. Tak jauh dari mereka, ada seorang perempuan tinggi dan badannya besar yang sedang berlatih tolak peluru. Yang lainnya adalah orang-orang seperti gue yang datang untuk jogging atau sekedar jalan kaki. 

Inilah yang gue lakukan sore tadi. Jalan kaki, lari, jalan kaki lagi, lari sebentar, capek, dan jalan kaki sambil menikmati udara sore dan mengamati sekeliling. Kali ini gue membiarkan diri mengikuti kata hati, nggak ngoyo, nggak merasa diburu-buru waktu, nggak pasang target. Kadang, gue terlalu perhitungan dengan waktu, juga target, tapi kali ini gue memaksa diri untuk santai. Yah meskipun gue merasa ngantuk berat, tapi tetap, niat untuk olahraga lebih besar dari rasa malas gue. Untuk yang satu ini, gue bisa sedikit bangga. Daaann, buat hal-hal yang lainnya, gue berharap juga bisa seperti itu. Ada kalanya, perlu untuk berjalan, membiarkan diri mengikuti arus dan menikmati apa yang ada di sekeliling, meletakkan semua target hidup. Ya, menikmati semua hal dengan tidak terburu-buru. Namun, juga jangan terlena. Hidup adalah kesempatan. Hidup bukan soal hari ini saja, tapi juga tentang hari esok. Ada baiknya juga sesekali berlari, mengejar mimpi-mimpi dan prioritas hidup. Memenuhi hari-hari dengan target dan lalu menghadiahkan diri karena berhasil menyelesaikan tugas-tugas penting. Dan gue, masih belajar untuk semua hal itu. 

***

Foto di atas, foto yang gue ambil di Gunung Ungaran, waktu berhenti istirahat di sungai kecil, dalam perjalanan balik ke basecamp

Advertisements