Day293: Orang Yang Paling Berbahagia Di Dunia

Mau bagi sedikit Firman Tuhan (Firtu) yang gue dapat di gereja hari ini. Yang menyampaikan kotbah adalah Pendeta Seno Widjaja dari Abbalove Jakarta, yang mau tahu profil tentang beliau, ada di sini. Judul kotbahnya adalah “Orang yang Paling Berbahagia di Dunia”, yang diambil dari Kitab Yakobus 5: 7-11

5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. 

Kebahagiaan yang sesungguhnya bukanlah tentang materi. Kebahagiaan yang sesungguhnya bicara tentang kualitas kehidupan yang mengalami berkat yang seutuhnya.

Berdasarkan ayat di atas, rahasia untuk menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ada 4, yaitu:

  • Kesabaran. Di Kitab Yakobus 5:7-11 disebutkan kata “sabar” sampai 4 kali. Ini yang berat, yaitu bersabar dalam penderitaan. Tapi ingatlah bahwa selalu ada upah yang tersedia untuk orang-orang yang sabar. 🙂
  • Kenali Musim Tuhan. Di Alkitab ada 2 musim, yaitu musim gugur dan musim semi. Untuk dapat sampai ke musim semi, mau nggak mau kita harus mengalami musim dingin dan musim gugur. Seseorang berkata bahwa pada musim dingin sebenarnya adalah musim terbaik untuk sebuah pohon, karena pada musim itu, akar-akar sebuah pohon semakin merambat ke dalam. Setia dalam waktu kronos, karena kita akan mengalami kairos. Dalam kehidupan, penting untuk mengenali musim-musimnya Tuhan. Apa pun yang terjadi, musim-musim yang kita alami adalah musim-musim yang terbaik. Yang penting dalam hidup ini adalah karunia menikmati pemberian Tuhan. 😉
  • Bersyukur dan Berserah. Lawan bersyukur adalah bersungut-sungut. Lawan berserah adalah menyalahkan orang lain. Berserah artinya menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya pada Tuhan dan membiarkan Dia bekerja. Orang yang bersyukur akan selalu menggunakan filosofi ‘terima kasih’. Terima dan kasih, yang artinya menerima dan juga memberi. Ingatlah selalu tentang hal ini: ketika kita angkat tangan, Tuhan akan turun tangan. 
  • Bertekun Sampai Akhir. (Yakobus 5:11) Belajar dari kehidupan dan penderitaan Ayub, baca Ayub 42:10:

Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

***

Sometimes I asked myself… ‘are you happy with your life’? Seems like a easy question, but actually, it’s not a easy question. 😀 Semakin ke sini, semakin gue mikirin tentang ‘a quality life’. *berat bener kayaknya* 😀 Bersyukurlah gue karena dikelilingi sama orang-orang yang tepat, dan gue juga beberapa kali dapat jawaban dari Tuhan melalui orang-orang yang gue temui. Dengan kotbah yang gue denger hari ini, gue semakin semangat buat bangkit lagi, karena sebelumnya gue ngerasa jenuh banget sama rutinitas dan kehidupan yang seolah-olah monoton. Yak! Nggak pernah ada kata terlambat buat semangat lagi dan lagiii. 😀

By the way, itu foto ilustrasinya cukup narsis. Foto gue sama adek gue pas lagi di Bali. 😀

Advertisements