Day284: Doa-Doa Russell

Suatu sore, saat Russell dan Mom sedang duduk di ruang baca, Russell bertanya pada Mom, tentang hal-hal yang tidak dia mengerti. “Mom, apakah Tuhan itu ada?”
“Ya, tentu saja. Tuhan itu ada di hatimu, Russell.”
“Kenapa aku harus menutup mata saat berdoa?”
“Karena Tuhan tidak terlihat maka kau harus menutup matamu dan fokus ketika kau mengucapkan doa-doamu. Kalau matamu terbuka saat berdoa, sudah pasti kau akan tergoda melihat hal-hal yang ada di dekatmu.
“Kenapa aku harus melipat tangan setiap kali berdoa, Mom?”
“Karena saat kau melipat tangan, kau menggenggam semua orang-orang yang kau sayangi. Kau meminta Tuhan untuk melindungi orang-orang yang kau sayang dan meminta Tuhan untuk mengabulkan permintaanmu.”
Russell mencoba mengerti jawaban Mom-nya itu, tapi masih banyak pertanyaan yang ada dalam pikirannya.
“Apakah aku harus berdoa setiap hari? Apakah Tuhan mendengar setiap doaku?”
“Ya, kau harus berdoa setiap hari. Setiap pagi sebelum kau berangkat sekolah, sebelum makan, juga saat malam sebelum tidur. Tentu saja, Russell, Tuhan selalu mendengar doa-doamu. Apakah kau juga berdoa untuk Mom?”
“Iya, aku selalu berdoa untuk Mom dan Dad. Aku berdoa agar aku selalu bisa main sama Nuel, Melvin, dan Lionel. Aku berdoa agar Miss Diana tidak sering-sering memberiku PR. Aku berdoa untuk Oma dan Opa agar mereka umur panjang, jadi bisa datang di tiap kelulusanku. Aku berdoa agar anak-anak kecil yang berdiri dekat lampu lalu lintas bisa sekolah seperti aku. Aku berdoa agar orang-orang jahat di dunia ini berubah menjadi orang-orang baik. Aku berdoa agar tidak ada lagi anak yang menangis karena lapar atau sedih karena dimarahi orangtua mereka. Aku berdoa agar orang-orang kaya menjadi murah hati dan mau membantu orang-orang yang miskin, sehingga mereka punya rumah yang hangat seperti rumahku. Aku berdoa agar tidak ada lagi perang di dunia ini. Aku berdoa agar aku selalu dilindungi Tuhan setiap hari dalam perjalananku ke sekolah, begitu juga dengan perjalananku saat pulang ke rumah. Aku juga berdoa agar Mom selalu bisa memasak makanan-makanan kesukaanku.”
“Wah, Mom sangat bangga padamu, Russell. Tuhan pasti tersenyum mendengar doa-doamu. Hanya satu pesan Mom, jangan berhenti berdoa sampai Tuhan menjawab doamu, ya.”
“Oke, Mom.”

***

October 2013
illustration from Google

Advertisements