Day262: Monologue

Gue bosan. Tapi gue nggak tahu musti ngapain.

Apa kabar ayah dan ibu ya? KANGEEENN RUMAH! Kapan sih ada tanggal merah?

APA?! Sudah jam 6.15? Dan gue BELOM mandiii! Arrrggghh!!

Gue kangen latihan di gereja. Gue kangen nari tambourine. Kapan bisa nari lagi?

Sendiri itu (kadang) menyenangkan.

Kalau liat flat shoes lucu-lucu di internet, rasanya pengin beli semuaaa dan koleksi warna-warnanya yang kece.

Satu hal yang belom kesampaian: punya boneka teddy bear besar yang bisa ditaruh di kamar dan dipeluk setiap saat.

Punya sepeda lucu kali ya.

Pengin pergi ke sebuah tempat yang asing, dan bertemu dengan orang-orang yang baru.

Nomaden. Sepertinya seru.

Traveling around the world. Seems like a big dream and difficult. But, what’s wrong with that? Bermimpi itu kan gratis.

Menulis ternyata nggak semudah itu. Rahasianya memang cuma dua. Banyak membaca dan latihan nulis tiap hari. Terlihat mudah, tapi butuh disiplin dan niat yang besar. Yeah.

 Iya. Tiap lihat Desi Anwar lagi wawancara seseorang, gue selalu terkagum-kagum. Betapa kerennya jadi jurnalis itu.

Mimpi itu dikejar, nggak cuma ditulis di post-it atau digembor-gemborkan.

Pengin punya perpustakaan pribadi, tapi nunggu punya rumah sendiri. Nabung, gih!

Jadi orang tuh jangan terlalu kepengenan. Liat ini, pengen. Liat itu, pengen. Tutup mata aja kalau udah nggak tahan. 

Hal-hal menyenangkan itu seperti: bepergian ke tempat-tempat seru, kuliner, dan nonton film bagus di bioskop.

Pria yang pintar main musik dan jago masak itu pacarable. 😀

Advertisements