Day248: DogxPolice

YUSAKU Hayakawa (Hayato Ichihara) adalah seorang polisi yang terobsesi menjadi seorang detektif. Karena ulahnya yang beberapa kali melakukan kesalahan dengan berusaha menangkap penjahat tanpa bekerja sama dengan tim, pimpinannya lalu memindahkannya ke Divisi Keamanan. Impian menjadi detektif pun semakin jauh dari impian. Hayakawa pun harus menerima pekerjaan barunya di pusat pelatihan anjing. 

Pimpinan barunya mengenalkan Hayakawa pada seorang polisi wanita bernama Natsuki (Erika Toda). Natsuki sudah berpengalaman dalam melatih anjing. Hayakawa pun mulai belajar melatih anjing, dan dia merasa sangat kesulitan. Hayakawa merasa bahwa dia tidak cocok berada di pusat pelatihan anjing. Terlebih lagi, dia merasa gengsi harus bekerja di pusat pelatihan anjing yang keberadaannya dianggap rendah oleh divisi lain di kepolisian. Sudah cukup lama pusat pelatihan tempat dia bekerja tidak dipercaya untuk membantu menyelesaikan kasus kejahatan. Hayakawa lalu memohon pada pimpinannya agar dia dipindah ke divisinya semula. 

Pimpinan barunya atau yang sering disebut kapten ini lalu memberikan Hayakawa seorang partner. Seorang anjing bernama Shiro yang sudah tak asing buat Hayakawa. Pertemuan pertamanya dengan Shiro terjadi ketika dia terlibat perkelahian dengan seorang penjahat dan Hayakawa tidak sengaja menabrak seorang pengendara sepeda yang ternyata seorang dokter hewan. Hayakawa yang merasa bersalah akhirnya mengantarkan dokter hewan tersebut ke tempat kliennya, yang sedang menunggu cemas anjingnya melahirkan. Beberapa anak anjing pun berhasil diselamatkan, kecuali seekor anjing albino. Hayakawa pun turun tangan menyelamatkan anak anjing yang kritis tersebut. Dengan menahan sedih dan terharu akibat menyaksikan proses kelahiran anak anjing, Hayakawa lalu spontan memberikan handuk kepada anak anjing tersebut, dan berharap anak anjing tersebut bisa hidup. Keajaiban pun terjadi , anak anjing tersebut hidup.

Hayakawa pun melatih Shiro untuk menjadi anjing penjaga. Shiro adalah anjing yang special, dia berbeda dengan anjing pada umumnya. Shiro tidak tahan pada matahari dan mudah terkena penyakit. Hayakawa yang awalnya tak tertarik menjadi seorang polisi pelatih anjing pun kemudian berubah setelah mengenal Shiro. Hayakawa menjadi lebih bersemangat melatih Shiro, karena tahu bahwa tak mudah untuk membuat Shiro seperti anjing-anjing polisi yang lain, yang punya stamina kuat dan kemampuan yang bagus.


Saat itu, di Jepang sedang terjadi kasus kejahatan yang serius. Pemboman terjadi berulang kali di pusat keramaian kota Jepang yang memakan tidak sedikit korban. Kepolisan pun akhirnya meminta divisi pusat pelatihan anjing dimana Hayakawa bekerja, untuk membantu kasus ini. Anjing-anjing terbaik pun dikeluarkan untuk melacak lokasi dimana bom berada, tak terkecuali Shiro.


Tak disangka, saat di lokasi, anjing Natsuko terkena bom di lokasi parkiran, yang merupakan jebakan dari sang pelaku. Masalah lain pun kemudian muncul ketika divisi lain dari kepolisian berpikir bahwa divisi pelatihan anjing bukannya membuat kasus kejahatan menjadi terpecahkan, malah menambah tugas polisi menjadi berat. Hayakawa yang kesal dengan sikap para polisi senior yang meremehkan divisinya pun kemudian bekerja lebih keras untuk membuktikan bahwa opini mereka salah. 


Mungkin film ini tidak membuat kita banjir air mata seperti saat menonton film Hachiko, tapi tetap film ini menarik untuk ditonton. Alur cerita yang mengalir dan para pemainnya pun bermain dengan porsi yang pas. Siapa pun yang menyukai kisah mengenai anjing, pasti suka menonton film ini.

Advertisements