Day202: Random Things on Sunday

PAGI
HARI ini aku bangun siang. Bukan sengaja karena hari ini hari Minggu. Sebenarnya setiap hari aku bangun pagi bukan aku karena ingin, tapi karena alarm tubuhku yang membuatnya seperti itu. Aku selalu menunggu hari Minggu, karena hari itu aku bisa pergi ke gereja. Aku selalu semangat pergi ke gereja, karena aku bisa yanyi dan mendengarkan pesan Tuhan. Aku suka mendengarkan pendeta yang kukagumi berbicara di altar gereja dan menyampaikan pesan Tuhan. Adalah Pak Nathanael, salah satu dari beberapa pendeta yang kukagumi dan kujadikan panutan.
Karena aku bangun siang, aku nggak bisa ikut kebaktian jam 9.30. Kebaktian terakhir di gereja adalah jam 17.00. Dalam hati aku berdoa, tidak hujan waktu sore, jadi aku bisa tenang pergi ke gereja. Sejak aku jual miiko-mio kesayanganku-, sejak itulah aku selalu jalan kaki ke tempat kerja dan juga ke gereja. Dan aku mulai menyukainya. Mulai menyukai berjalan kaki.
Aku sempat berpikir untuk membeli sepeda. Aku ingin mulai bersepeda, karena itu hal yang menyenangkan. Bersepeda bukan hanya sebuah olahraga murah yang sehat, tapi bisa jadi gaya hidup. Itu pikirku. Tapi yah, aku sedang mengumpulkan uang untuk membelinya. Aku ingin sekali punya sepeda seperti milik Emma di film One Day. Sepeda dengan sebuah keranjang anyaman dari rotan. Tapi setelah kupikir-pikir, sepertinya aku akan cari model sepeda yang simple dan effisien. Aku pikir seli, atau sepeda lipat, adalah model sepeda yang pas buatku. Yah memang modelnya tak menarik, tapi dilihat dari harga dan modelnya yang simple, sepeda itu rasanya cocok buatku.

Aku suka sama kostku yang sekarang. Jarak antara kost ke tempat kerja kira-kira 5 menitan kalau berjalan kaki. Aku tinggal di lantai 2. Letak kamarku sangat strategis. Dekat dengan tangga, kamar mandi, dan tempat cuci baju. Kamarku luas dan kostku ini tergolong kost yang cukup sepi. Masing-masing penghuninya tidak saling kenal dan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Satu-satunya teman kost yang kukenal sudah resign dari pekerjaannya dan kembali ke tempat asalnya, Jogja. Aku nggak keberatan dengan keadaan yang sangat sunyi di kost. Justru aku menyukainya. Bisa istirahat dengan tenang saat capek dengan pekerjaan seharian. Bisa juga pasang musik agak keras. Kost yang menurutku nyaman untuk melakukan kegiatan kesukaanku, seperti menonton film, membaca, dan menulis blog. Memang sih aku harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk sewa kamar setiap bulannya. Tapi kupikir dengan letak kost yang strategis, kost yang nyaman, lingkungan yang aman, itu sudah menjadi pilihan yang tepat.
Ngomong-ngomong tentang hari minggu ini, tak ada yang benar-benar istimewa. Aku menikmati waktu yang seolah berjalan lambat. Senang nggak perlu merasa diburu waktu. Bangun pagi langsung menonton Flipped di tivi lokal. Tapi sayang, aku terlambat. Filmnya hampir selesai. Untunglah aku sudah pernah nonton Flipped dan punya filmnya. Agak aneh ketika menonton sebuah film asing yang didubbing ke bahasa Indonesia. Bisa menghilangkan keseruan dari film itu. Hihi.

SIANG
Hari ini aku menyelesaikan nonton The Help. Sebuah kado film yang kudapat karena aku terpilih sebagai runner up english contest di tempat kerjaku. Senangnyaaa. 😀 Aku suka hadiahnya. Kebetulan The Help ini masuk movie-list yang ingin kulihat. Aku sudah lamaaa pengin nonton film ini. Temanku senang waktu tahu dia tahu dia membelikan hadiah yang pas. Ada 2 teman yang pergi beli film ini. Teman yang satunya bilang, kalau dia pilih The Help sebagai hadiah karena lihat covernya yang bergaya vintage. Dia tahu aku suka vintage, jadi dia pikir, The Help adalah hadiah yang pas buatku. Kenyataannya memang iya. Aku suka filmnya. Film klasik dengan cerita yang bagus. Rencananya aku mau nulis tentang film ini di postingan berikutnya.
Selesai nonton, aku buka Media Player dan menikmati siang hari yang panas dengan lagu-lagu Ten 2 Five! Aku mandi sore lebih awal untuk bisa berleha-leha sebentar sebelum pergi ke gereja. 

SORE
Doaku terjawab sore ini. Cuaca cerah dan nggak hujan! 🙂 Jadi aku bisa dengan tenang pergi ke gereja. Aku biasanya nggak telat pergi ke gereja, tapi waktu sampai sana, kebaktiannya mulai lebih awal. Aku suka saat-saat di gereja. Bisa nyanyi lagu-lagu gereja yang bagus, menikmati tarian para penari tambourine, mendengarkan suara merdu choir, dan juga ikut menggerakan badan mengikuti musik drum, bass, dan keyboard. Ada damaaaii luar biasa yang nggak bisa digantikan dengan apa pun. Pergi ke gereja sendiri atau rame-rame tidak jadi soal untukku. Yang penting adalah benar-benar fokus beribadah saat di gereja. Meski tadi aku sempat ngantuk karena seharian belum makan. 😦

MALAM
Sehabis ke gereja aku mampir ke supermarket yang letaknya nggak jauh dari gereja. Aku cuma mampir untuk beli teh botol. Malam ini jalanan sangat padat. Macet karena di jalan Gajah Mada ada 2 gereja dan pada jam setengah 8 malam adalah jam dimana kebaktian di 2 gereja (termasuk gerejaku) berakhir. Beberapa mobil keluar dari parkiran gereja, sedangkan mobil-mobil lain menuju ke resto-resto makan.
Sebelum pulang ke kost, aku mampir ke sebuah warung makan dan membungkus lele goreng yang kupesan sebagai makan malam. Gerimis mulai turun agak deras, jadi aku jalan kaki dengan sedikit berlari.
Sehabis makan, aku menyalakan lappy. Membaca 1 bab dari Novel Claire-de-Lune dan mendengarkan berulang kali lagu yang tadi siang kudownload. The Living Proof by Mary J. Blige. Soundtrack lagu dari film The Help. Aku suka liriknya. Sambil menulis blog ini, aku membuka YouTube dan mencari tv series Korean, PASTA. Aku dengar dari teman-temanku bahwa PASTA adalah serial drama tentang memasak. Jadilah aku penasaran, dan akhirnya nemu episode 1 nya.
Hari minggu akhirnya selesai juga! Jam casio bututku menunjukkan sudah jam setengah 11 lebih sekarang, dan aku masih duduk di depan lappy? Beberapa jam menuju hari senin… Ok, sudah waktunya tidur!
Nitey, universe! :*

Camilan di hari Minggu :9

Camilan di hari Minggu :9

Lagi suka kopi dingin ini!

The Help. Classic!

The Help. Classic!

PASTA. Korean drama about chef and food.

PASTA. Korean drama about chef and food.

Advertisements