Day176: Le Grand Chef 2 “Kimchi Battle”

There are two great joys in this world. One is water going down dry land. The other’s food going in your kid’s mouth.

Film dibuka dengan sebuah adegan di mana presiden Korea dan presiden Jepang makan bersama di sebuah restoran. Presiden Jepang menghidangkan menu khusus yang kemudian diketahui oleh Presiden Korea bahwa itu adalah kimchi, sebuah makanan khas Korea. Presiden Jepang mengklaim bahwa kimchi atau kimuchi berasal dari Jepang. Presiden Korea kaget dengan pernyataan itu. Saat dirinya kembali ke Korea, dia pun meminta agar diadakan kontes kimchi. Kontes ini bertujuan untuk memperkenalkan pada dunia bahwa kimchi adalah makanan dari Korea.

Jang-eun (Kim Jung-eun) adalah seorang kepala koki yang cukup dikenal. Dia keluar dari pekerjaannya dan kembali ke kota kelahirannya. Dia punya keinginan untuk mengubah rumah makan milik Ibunya menjadi sebuah restoran. Keinginannya itu tidak disetujui oleh Sung-chan (Jin Goo), adik laki-lakinya yang beda ibu. Sung-cha pun menantang Jang-eun untuk bersaing dalam kontes Kimchi, dan siapa yang menang, dia berhak memutuskan bahwa Chunyang-gak -rumah makan milik Ibunya-, akan dibangun menjadi sebuah restoran atau tetap seperti sebelumnya.

Jang-eun pun menyetujui ajakan Sung-chan. Jang-eun sangat berambisi untuk menang. Kemampuannya memasak tidak diragukan lagi. Di mata teman-temannya, Jang-eun adalah sosok wanita yang cantik, berbakat dan pekerja keras. Namun dibalik semua prestasinya itu, Jang-eun menyimpan kesedihan yang mendalam. Dia tidak pernah tahu siapa ayah kandungnya.

Sung-chan adalah seorang pria yang baik dan hangat. Dari kecil, dia tinggal serumah dengan Jang-eun sejak Ibu kandungnya meninggalkannya. Dia menganggap Ibu Jang-eun sebagai Ibunya sendiri. Karena itu dia tidak terima jika rumah makan yang sudah bertahun-tahun dan cukup dikenal milik Ibunya itu akan diubah karena ambisi dan kepentingan bisnis Jang-eun.

Kontes kimchi pun berlangsung. Masing-masing kontestan berusaha memberi yang terbaik. Jang-eun sangat percaya diri menghadirkan kimchi tradisional dan mencampurnya dengan beberapa teknik penyajian yang modern. Berbeda dengan Sung-chan yang tetap bangga mengenalkan kimchi yang tradisional, dengan teknik pembuatan yang biasa digunakan oleh masyarakat Korea.

Selama berminggu-minggu kontes kimchi berlangsung, ada banyak kejadian yang kemudian membuka memori dan kenangan-kenangan masa lalu Jang-eun maupun Sung-chan. Sung-chan pun bertemu dengan seorang Ibu dan anak laki-lakinya yang kemudian membuat dia teringat kembali kesedihan masa kecilnya, dimana dia ditinggal oleh Ibu kandungnya. Dia sendiri tidak pernah tahu alasannya, sampai suatu hari ayah angkatnya mengajaknya pergi ke sebuah tempat dan menceritakan rahasia masa lalunya.

Film ini diceritakan dengan alur yang pas. Beberapa adegan diceritakan secara flashback. Film drama tentang dunia chef, makanan, dan kebudayaan Korea yang diceritakan dengan cukup menarik. Ada beberapa adegan yang membuat terharu, bahkan ada dua adegan yang sukses membuat saya berlinang air mata. Suka sekali melihat penampilan makanan-makanan yang cantik di film ini. Sangat memanjakan mata dan perut tentunya. 🙂 Film ini juga bercerita tentang filosofi makanan atau masakan. Begitu banyak macam makanan di dunia ini, tapi masakan Ibumu selalu berhasil membuat kangen dan rasanya berjuta-juta enaknya dibanding makanan manapun. 🙂

Suka drama Korea dengan cerita yang bagus atau mungkin suka masak? Film ini pas buat kamu. 🙂
Quotes from the movie:

What you eat is who you are.

You never know what life can bring.

All the mothers in the world are like the salt over there. Though it’s the start and finish of all foods, they melt their souls and silently play their part.

I believe anyone can relate with food made with such sincerity and heart.

If you get angry, the salt content in blood could disturb the taste buds.

Advertisements