Day174: Hidup

HIDUP adalah tentang menuliskan kenangan.

Setiap orang yang kita temui, mereka adalah sumber kenangan yang tidak pernah habis. Selalu menginspirasi dengan cerita-cerita seru mereka. Hari yang baru, orang yang baru, kehidupan selalu menawarkan segudang kisah yang menarik.

Aku suka memotret kehidupan orang lain.

Aku selalu penasaran bagaimana kisah keluarga mereka, pekerjaan, dan kapan mereka merasa bahagia atau apa yang membuat mereka sedih. Karena memoriku sangat buruk, aku selalu membawa kamera kemana pun aku pergi. Aku menyukai saat-saat ketika aku bertemu dengan orang baru dan menjadi bagian dalam kehidupan mereka. Meski hanya sesaat.

Bukannya aku mau ikut campur dengan kehidupan orang lain atau punya banyak waktu luang sehingga mampu mengurusi keperluan orang lain. Aku juga sama seperti yang lain. Disibukkan dengan rutinitas kerja yang sangat menyita waktu. Tapi aku pernah berpikir, kalau hidup ini selalu tentang aku, lalu buat apa aku diciptakan. Pertanyaan yang mungkin klise, tapi percayalah, tak mudah menemukan jawaban yang tepat.

Hidup adalah soal berbagi.

Semua orang tahu itu. Semua orang pada dasarnya baik, tapi orang yang peduli pada kebutuhan orang lain? Bisa dihitung jumlahnya. Aku sendiri selalu memaksa diriku untuk tidak egois dan berusaha untuk berempati pada orang-orang di dekatku. Aku tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang disayangi, tapi ketika ayah sahabatku meninggal, hatiku juga ikut pedih. Meski aku tak menangis, tapi kesedihan-kesedihan yang diperlihatkan orang-orang terdekatku, mampu membuatku tertekan. 

Menikmati hidup, sesulit apa pun itu.

Baik atau buruk. Sedih atau senang. Hidup selalu tentang itu. Aku selalu menyukai kehidupan. Tapi kalau aku boleh jujur, aku juga pernah seperti yang lain, ingin menyerah. Kehidupan memang sulit jika selalu terpusat pada diri sendiri. Memang lebih menyenangkan jika mampu jujur pada diri sendiri dan menyambut uluran tangan orang lain, agar beban sendiri dapat dipukul bersama. Sesulit apa pun, tetap paksa diri bertahan, dan tersenyum.

Advertisements