Day167: Sundayyy!

Hari minggu ini gue sengaja bangun pagi karena sudah janjian sama temen-temen buat sepedaan di ‘Car Free Day’ di Simpanglima. Gue belum pernah ikutan ‘Car Free Day’, jadilah semangat ikutan. Pas nyampe di Simpanglima, gue disambut sama aksi topeng monyet. Nggak tau kenapa, gue bukannya terhibur, tapi miris lihatnya. Kasian monyetnya ๐Ÿ˜ฆ

Gue janjian sepedaan sama Devi, Evelyn, dan adiknya, Flo. Gue nyewa seli (sepeda lipat), sedangkan temen-temen yang lain nyewa tandem. Untuk seli, dikenakan biaya 25ribu/jam, sedangkan tandem 20ribu/jam. Sebenernya sih tandemnyaย buat 2 orang, tapi tadi dipaksa dipakai 3 orang. Untung badannya pada kecil semua! ๐Ÿ˜€

Car Free Day di Simpanglima rameee banget! Mulai dari kumpulan anak-anak ABG sampai keluarga. Ada yang aerobik, sepedaan, lari, sampai ada pertunjukan barongsai. Belum lagi jalanan juga dipenuhi oleh penjual makanan dan macam-macam lapak. Gue aja waktu sepedaan tadi agak-agak kagok karena udah lama banget nggak sepedaan. Eh, ngomong-ngomong, bahasa indonesianya ‘kagok’ apaan sih? ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Habis sepedaan, semua pada lapar. Jadilah cari jajanan di sana. Si Evelyn, temen gue yang suka banget makan ini, langsung semangat beli jajanan kaki lima. Dia beli itu lho… sosis yang digulung pakai mie, terus dimakan pakai tusukan sate. Itu apa sih namanya? Biasanya dijual bareng tempura. Ya sebut saja itu sosis mie! ๐Ÿ˜€ Si Devi beli siomay, gue sama Flo makan sate. Habis makan dan kenyang, masing-masing pulang. Kalo Eve sama Flo ke gereja, Devi ngajar sekolah minggu, dan gue pulang kost dulu dan nunggu jam 9.30 buat kebaktian di gereja.

Anyway, sepedaan sama kalian asyik! Makasih ya teman-teman ๐Ÿ˜‰

Gue suka bangeeett kebaktian hari ini. Di gereja kedatangan tamu dari luar, yaitu seorang pemain harpa dari Surabaya. Namanya Jessica Sudarta. Usianya masih sangat muda, 16 tahun. Jadi di gereja tadi, Jessica ngadain mini orchestra gitu. Dia main harpa dan nyanyi 2 lagu. Waktu dia main, dia diiringi 3 temannya. 2 teman bermain biola, dan 1 temannya bermain cello. Perempuan semua yang main! :”) Mereka main beberapa lagu rohani dan instrumen. Lagu yang dinyanyikan Jessica ada 2, ‘Sentuh Hatiku’ (kalau gue nggak salah) dan ‘Give Thanks’. BAGUS BANGEETT penampilan mereka! Gue duduk manis dan terkagum-kagum. *norak* BIARIN. ๐Ÿ˜€ Sedih nggak punya fotonya, karena tadi lupa bawa si Xolo, kamera pocket gue. ๐Ÿ˜ฆ Kalau mau lihat foto-fotonya Jessica, buka iniย aja. Memang keren ya bisa main musik gitu. Gue aja dulu les keyboard cuma bentar. Gampang bosenan. Yaahh, gimana sih Jojo, nggak ada semangat belajar gitu! Ppfftt.

Selesai penampilan Jessica, ada satu pendeta yang presentasi soal Papua. Jadi, di gereja masing-masing jemaat diberi sebuah selebaran yang berisi foto-foto kegiatan Rally For Life Papua (R4L). R4L ini melakukan perjalanan keliling berbagai kota Papua dan melahirkan sebuah gerakan ProLIFE Movement-Anti Aborsi. Mereka juga melakukan penyuluhan lokal. Si bapak pendeta ini cerita tentang keadaan Papua sekarang. Bagaimana kebodohan dan kemiskinan di Papua menjadi 2 hal yang sangat serius dan memprihatinkan. Orang lokal menjual tanah mereka kepada pendatang karena mereka butuh uang buat makan, setelah uangnya habis, mereka nggak punya apa-apa. Saat ini sudah banyak pendatang yang membuka bisnis di Papua, sampai-sampai alat transportasi seperti becak pun dikuasai oleh pendatang. Tukang becak di sana adalah pelajar Papua. Karena mereka butuh uang untuk sekolah, mereka jadi bekerja. Mirisnya, bos mereka adalah para pendatang.ย 

Selain kebodohan dan kemiskinan, Papua tercatat sebagai daerah dengan korban HIV-AIDS tertinggi di Indonesia. Ada informasi yang mengatakan kalau sekitar 500 PSK yang terinfeski HIV-AIDS telah datang beroperasi di Papua. Di antara banyak persoalan di Papua, ada profil seorang misionaris yang bikin gue kagum. Namanya Bram Martin Stephanus. Seorang sarjana teknik mesin dari Purwakarta yang memutuskan tinggal bersama suku Ketemban, desa Pipal, Kecamatan Aboy, Kab. Pegunungan Bintang, Papua. Selama 4 tahun di sana, bersama warga Pipal berhasil membangun lapangan terbang. Pesawat pertama mendarat tanggal 16 Mei 2013 dan diresmikan tanggal 5 Juni 2013.ย 

Selalu salut untuk orang-orang yang berani melangkah dan melakukan hal yang begitu luar biasa. Pulang dari gereja, gue ngerasa gelisah. Gue kepikiran melakukan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain. Waktu nyampe kost gue kepikiran kata-kata Ibu yang minta gue buat ngumpulin barang-barang gue yang nggak kepakai lagi, buat dikasih ke murid-muridnya yang kurang mampu. Ibu itu guru SD di Cilacap. Gue jadi dapat ide untuk ngajak temen-temen gue buat nyumbang barang-barang yang masih bagus, yang sudah nggak terpakai lagi. Jadilah gue kirim BBM ke temen-temen, juga pasang di status BBM. Gue bilang gue butuh barang-barang seperti buku, baju pantas pakai, kotak makan, botol minuman, dan tas. Beberapa orang menanggapi, termasuk HRD dan mantan wali murid gue. Gue sangat bersemangat! Melakukan hal baik efeknya selalu mendatangkan kebahagiaan tersendiri. :”)ย 

Hal baik lainnya yang gue lakukan hari ini adalah bersih-bersih kamar! Ini prestasi buat gue, berhubung gue biasanya malas. ๐Ÿ˜€ Dimulai dari melipat baju, mencuci baju, merapikan buku, dan menyapu! Itu semua gue lakukan karena dua alasan. Pertama, karena gue ngumpulin barang-barang yang harus gue sumbang, terus pas lihat lantai kotor, jadilah tergerak buat ngebersihin. Kedua, karena besok temen gue mau ke sini. ๐Ÿ˜€ Ya ampun, polos banget ya gue. ๐Ÿ˜€ย 

Begitulah cerita hari minggu gue. Harus cepatan tidur karena besok adalah HARI SIBUK SEDUNIA. Kok? Iya, karena besok ada gladi bersih dan malamnya acara wisuda kelulusan anak-anak TK B. Yak! Mesti nyiapin segenap tenaga. Doakan besok masih bisa nulis blog ya. Kalo pun besok absen nulis, itu berarti gue nggak ada waktu atau memang kecapekan. ๐Ÿ˜€

Bonus penampakan snacks hari ini: (nggak penting banget, Jo!!) ๐Ÿ˜€

Advertisements