Day159: Sebuah Surat Kepada Langit

Kepada langit yang kadang hanya diam.

Kepada hujan yang datang sesuka hati.

Kepada keluhan-keluhan dan puji-pujian yang kudengar setiap saat.

Kepada impian-impian masa kecil yang kembali hadir.

Kepada pesan-pesan di udara, yang tak tersampaikan, dan yang terlupakan oleh waktu.

Tahukah mereka bahwa aku di sini peduli.

Bahwa aku di sini selalu menunggu.

Saat ini, ketika aku memutuskan untuk menulis surat ini,

sebuah surat kepada langit,

diam-diam aku melantunkan sebuah permintaan,

Berikan aku satu hari tanpa mengeluh.

Berikan aku keajaiban dibalik setiap hal buruk.

Berikan aku satu koin keberanian yang akan kubawa kemana pun aku pergi.

Karena aku ingin, kemana semesta membawaku, di sanalah aku bertumbuh.

***

[malam minggu. kost. lapar. di luar, terdengar musik dangdut yang membahana]

Advertisements