Day121: Jika

Di sebuah dunia yang penuh warna, ada kegelisahan di sana.

Ada luka yang belum selesai terobati,

Ada mimpi yang menunggu diwujudkan,

Juga ada hati yang menginginkan rumah.

 

Mungkin benar kata mereka, hidup adalah sebuah perjalanan memberi arti.

Cerita yang sama terus berulang.

Berusaha melupakan kesedihan di hari kemarin,

Menciptakan kenangan-kenangan terbaik di hari ini,

Untuk ditertawakan 5 atau 10 tahun mendatang.

Menyenangkan mengamati bagaimana orang-orang di sekitarmu berubah dan menjalani hidup mereka dengan bahagia.

Seorang laki-laki tua yang tinggal di sebelah rumahmu akhirnya menikah lagi setelah kepergian istrinya bertahun-tahun lamanya.

Ibu penjual kue yang sangat kau sukai kue-kue buatannya akhirnya bisa tersenyum penuh haru karena anak pertamanya menjadi sarjana.

Adik perempuanmu mendapatkan pekerjaan yang sudah lama diinginkannya, dan dia senang karena akhirnya bisa terlepas dari status sebagai “jobless”

Sahabatmu ketika di universitas akhirnya bisa pergi liburan ke negeri impiannya, Korea.

Teman kerjamu yang beberapa bulan lalu mengajukan resign, kini sedang sibuk mempersiapkan bisnis barunya di bidang kuliner.

Saudara sepupumu begitu senang saat mendapat beasiswa 20 juta dari sebuah perusahaan besar, dan semua itu berkat nilai-nilainya yang sangat bagus.

Ayahmu yang sudah lama pensiun akhirnya sekarang bisa kembali menemukan semangat hidupnya karena punya kegiatan baru yaitu menjadi peternak ikan koi.

Ada kisah sedih yang ditertawakan,

Ada kisah bahagia yang sengaja dilupakan,

Beginilah rasanya hidup di dunia yang serba semrawut.

 

Mungkin seharusnya kita bersikap santai, tak perlu sinis atau begitu serius memandang sesuatu.

Tak perlu melihat terlalu jauh, atau memasang mimpi terlalu tinggi.

Cobalah lihat orang-orang di sekitarmu, dan ingatlah kata-kataku ini.

Jika setiap orang digariskan untuk bahagia, bukankah itu berarti berlaku juga untuk aku dan kamu?

Advertisements