Day120: Bagaimana Seandainya

Aku selalu takut pada kemungkinan-kemungkinan.

Aku tahu bahwa semesta mengatur semuanya dengan baik, tapi bagaimana seandainya nanti kita tidak pernah bertemu?

 

Aku tahu kita punya cerita yang sama.

Melewati hari-hari sibuk, kebersamaan dengan keluarga, teman-teman yang datang dan pergi, liburan ke tempat yang menyenangkan dan mengumpulkan moment-moment terbaik.

Aku punya kehidupan yang luar biasa, bagaimana denganmu?

 

Aku suka membayangkan tentangmu.

Apakah kamu menyukai hal-hal yang sama sepertiku…

Menghabiskan sore di pantai. Terkadang melukis atau bersepeda, lalu menunggu sunset.

Mengadopsi anak-anak anjing yang lucu dan bermain dengan mereka sepulang kerja.

Membuat apple pie dan kue-kue yang manis ketika hari sabtu.

Traveling ke tempat baru sendirian.

Memotret wajah-wajah lucu sahabat.

Pergi memancing, karaoke, menghabiskan waktu bersama orangtuamu.

Menulis di cafe, duduk di sudut ruangan dengan notebook dan cappuccino kesukaanku.

Makan es krim coklat sambil nonton film kartun, lalu tertawa-tertawa sesukanya.

Tidur larut malam hanya karena marathon DVD.

Ikut kelas menari, merangkai bunga sampai les bahasa prancis.

 

Aku punya banyaaakk hal yang ingin kuceritakan padamu.

Aku punya rahasia lucu tentang masa kecilku.

Aku punya mimpi-mimpi besar yang bahkan belum pernah kuceritakan di blog.

Aku hanya ingin berbagi semuanya denganmu.

Tapi bagaimana seandainya nanti kita tidak pernah bertemu?

 

Apakah bintang yang sama yang selalu kita lihat setiap malamnya nggak mampu mempertemukan kita?

Waktu yang terlalu cepat atau aku yang terkadang memperlambat langkahku, hingga kita tidak pernah bertemu di satu titik yang sama?

Advertisements