Day 106: IF I HAD JUST ONE DAY TO LIVE, I WOULD WANT TO… (part 2)

(Ini adalah kelanjutan dari tulisan ini.)

“If I had just one day to live, I would help as many people in need as possible.”Donny Cornelius Saputra, Cilacap

“Go to Uganda to witness and be a part of the spiritual transformation there.” Wenne Malino, Semarang

 “Suatu hari nanti, saya mempunyai mimpi untuk pergi ke kota Paris dengan orang yang aku sayangi. Di sana, aku akan memeluk dia dan berkata, “Our dreams come true.” 🙂 Dan tentunya akan berkeliling di kota-kota atau negara-negara yang lainnya. Chocolate is my passion. Dan aku ingin mencicipi coklat di seluruh Eropa. Haha. Itu terdengar agak lebay, but that’s my another dream! And, I’m ready with my camera. 😀 – @reef_chan, Semarang

“Aku ingin menghabiskan waktu dengan orang yang istimewa. Istimewa di hati yang sudah Tuhan ciptakan buat aku. Duduk berbincang di pantai seharian hanya berdua. Bercerita, bersenda gurau, tertawa geli bahkan tersipu malu karena kejadian konyol yang nggak jelas. Sederhana dan bahagia dari dalam hati bersamanya. – Suci Ardiani, Jakarta

“Saya ingin menghabiskan 12 jam ku bersama suamiku. 6 jam bersama suami dan anakku. 2 jam bersama suami, anak, orang tua, kakak perempuan, dan mertua. 2 jam bersama teman pelayanan tamborin dan 2 jam lagi berdoa sebelum menutup hariku.” – Ulva Sonith

“If I had just one day to live, I would go to the villa in the village. Having romantic dinner with hubby and my kids, and spend the night together.” Dhita, Semarang

“I would go to Ngrembel Gunung Pati because it reminded me of the mother when the last time she smiled and hugged me. Naniek, Semarang

I would want to just do my day like usually. Haha. There’s too many (waaayyy to many) people I would like to meet, place I would like to go to. Asal tau aja ya, ini gue sedang dalam proses semua jangka panjang. Minimal 3 bulan ke depan rencana terpendek hidup gue, kalau gue pergi kemana, harus yang spektakuler, jauh, awesome, yang pasti nggak cukup sehari. Masa’ belum nyampe tempatnya gue mati? Atau baru nyampe terus mati? Tar balik ke sininya gimana? 😀 Terus kalau mau ketemu keluarga atau temen, kayanya gimana gitu yaa, abis ketemu terus “the end”. Gue pribadi ini kayanya nggak sanggup kalau berada di posisi orang-orang yang ditinggalkan itu. Kayanya I don’t have any unfinished business juga. Semua rencanaku maju ke depan. So, yeah, I prefer not to do something special, ‘cause my day is always speciaaall. 😀 – Diana Prawitasari, Cilegon

“Menghabiskan satu hari terakhirku dengan orang-orang yang paling dikasihi. Suami, Mama, adek, dan Winnie, my golden retriever, di sebuah pulau impian… Maldives. Atau semisal Maldives terlalu berlebihan (baca: MAHAL), cukup di gereja aja. Masuk ke ruangan doa dan berbagi cerita bersama mereka. Selebihnya sisa uang yang aku punya bakalan aku tabur buat pekerjaan Rumah Tuhan. Ekstrim kesannya! Hehehe. Tapi ya cuma itu yang aku pengin lakukan seandainya aku hanya punya 1 hari aja untuk hidup.” *don’t be too serious!* 🙂 – Cynthia Tabita, Jogja

“Kalau gue bakal ngabisin waktu sama orang yang gue sayangin termasuk keluarga gue. Gue minta maaf ke semuanya, dan bersyukur gue bisa kumpul sama orang-orang terkasih di hari itu.” – Dimas Ario Asmoro, Jakarta

“I would want to do my best.”Devi, Semarang

“If I had just one day to live, I would go to Cambridge.” Vanessa Ruth

“I would want to spend my life to give what I have, what I can do to others. Ayu Prabowo

“Jika saya punya 1 hari untuk hidup, saya akan bawa anak saya ke Disneyland Hongkong, karena dia sangat ingin mengunjungi tempat itu. Everything I do for my lil’ princessa. 🙂 – Lucia Sekarlintang Suryasari, Jogja

“Jika saya hanya memiliki kesempatan hidup satu hari, maka saya akan memulai hari saya dengan berdoa. Meminta Tuhan menyertai saya satu hari penuh. Lalu saya akan membuat teh panas dan menyajikan cake kesukaan Bapak untuk sarapan. Setelah itu pergi menemani Ibu belanja ke pasar dan membantunya memasak. Setelah kami usai makan bersama, saya akan menghubungi orang-orang terdekat seperti teman, sahabat, dan pacar saya untuk main ke rumah. Kami akan menonton, karokean, ngobrol, membuat kue-kue kering, dan sebagainya. Hingga malam tiba, sebelum waktu saya habis di dunia, saya akan menulis semua kegiatan yang saya lakukan. Saya akan menulis kata-kata yang membangun dan menghibur lewat pengalaman saya satu hari itu. Dan saya akan menulis kalimat terakhir: “Saya bersyukur untuk orang-orang yang Tuhan beri. Saya bersyukur untuk kesempatan yang sangat berharga, satu hari itu, dan saya bersyukur bisa meninggalkan tulisan saya di dunia sebagai sebuah karya. 😀 Oya, saya memang nggak akan memilih kemana-mana, selain berada di rumah jika diberi kesempatan satu hari di dunia, karena rumah adalah segalanya. 🙂 – Nanda Hutabarat, @jendelanyanda, Solo

“1 Hari untuk hidup. 24 Jam berarti, yah. Dimulai dari siang hari, seneng-seneng, jalan-jalan ke mall, beli kostum buat malam dan besok paginya. Makan enak. Sore nonton bioskop. Malamnya dugem sampai pagi. Dugem yang banyak bulenya. 😀 Sampai pagi kan…(termasuk ML) 😀 Istirahat sejenak. Habis itu ke gereja buat bertobat. Habis dari gereja terus berbagi ke tempat-tempat yang membutuhkan. Biar amal baiknya diterima. 😀 Biar siangnya sudah ada di Surga.” 😀 – Evil Dewanto

“Aku mau berbuat baik dan berada di antara semua keluarga.” – Aan, Jakarta

“Aku pengin di daerah yang nggak ramai saat matahari baru muncul. Aku pengin jadi volunteer, kerja buat kemanusiaan. Aku ingin meninggal di daerah atau di desa yang nggak ramai, yang tenang.” – Lisna, Jakarta

“Berhubung aku tipe family woman, jadi mau spend my time with my family. Dan berhubung juga aku cinta sama London, jadi mau ngabisin waktu sama keluarganya di London. Hehe. – @agustinareni108, Jogja

“Aku mauuu… spend the whole day bareng Bapak, Ibuk, Pupin (adik), kakak, ponakan-ponakan, kekasih hati dan keluarganya. Enaknya spending the day nya diii… pantai. Dari pagi sampai siang diakhiri dengan special dinner, masakan ibu tentunya, dengan menu makanan favorit. And then tell them how much I love them, meski mungkin tidak sempurna.” – Pinasti Hening Pramesti, Jogja

Wow, I love it!! What a cool idea! If I had just one day to live, I would want to…

  1. Be with my closest friends or family. Hold hands. Go for a long walk and talk about our lives together.
  2. Eat something really delicious: sate babi, Korean food, sushi, and es puter.
  3. Climb a mountain or a hill, or a tree, and look out over the scenery, and stay there long enough to watch the sunset. Then lie on the ground and look at the stars, and spend some time talking with God.

I think that’s about it. 🙂 Good luck with your project! I can’t wait to hear everyone’s responses!Anna Fiddle-Mandolin, Semarang

My Version:

“Buatku keluarga adalah hal yang paling penting. Jika aku hanya punya 1 hari untuk senang-senang, aku akan memilih untuk melakukan hal-hal sederhana. Bukan tempat yang terpenting, tapi moment kebersamaan. 🙂 Jadi aku mau menghabiskan hari dengan Ayah, Ibu, Edo, Tina, my beloved one, dan anjing-anjing yang lucu. Pilihanku mungkin Bali atau Lombok, dengan menginap di sebuah villa dengan pemandangan sawah yang cantik. Hari itu aku akan pakai dress terbaikku!” 🙂

Ini beberapa daftar yang akan kulakukan:

  • Pergi ke sebuah tempat rekreasi (atau kebun binatang) dengan anak-anak panti asuhan.
  • Makan siang dengan menu favorit masakan Ibu. :9
  • Menghabiskan sore hari di pantai, bersepeda, dan melihat sunset.
  • Bikin foto keluarga yang baru dengan gaya yang lucu.
  • Tiap ketemu bule ganteng, aku akan memintanya foto bersama dan memaksanya untuk menciumku. 😀
  • Bikin pesta barbeque bareng saudara, teman masa kecil, dan sahabat-sahabat. Cerita tentang hal-hal lucu, ngaku dosa masing-masing, dan makan sepuasnya! 🙂
  • Tiduran di rumput dan menghitung bintang-bintang, sambil mendengarkan musik.
  • Nonton film kesukaan, mungkin Pursuit of Happyness, Everybody’s Fine, atau film action.
  • Sebelum tidur, aku akan menulis kartu-kartu berisi kata-kata manis untuk murid-muridku. Also, I would write letters to my family and closest friends, yang isinya adalah daftar kebaikan mereka. 🙂
  • Doa bersama keluarga, seperti yang biasa kami lakukan sebelum tidur.
  • Aku mau tidur sama Ibu dan curhat hal-hal nggak penting sebelum tidur.

Pokoknya hari itu harus banyak tertawa, dan meluk Ayah Ibu sesering mungkin. :”) 

***

Kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan. Mungkin hari ini kita bahagia. Bisa menghabiskan waktu sama keluarga, pekerjaan beres, makan makanan yang enak, atau sakit perut karena terlalu banyak tertawa bareng sahabat. Tapi ingatlah, di antara sela bahagia, ada sedih yang menyelinap masuk. Kita harus selalu siap untuk hal-hal yang buruk.

Hidup selalu penuh kejutan. Hidup selalu memberi cerita tanpa kita tahu bagaimana akhir kisahnya. Hidup adalah tentang bagaimana kamu dan saya menjadi lakon yang baik.

Hidup adalah sekarang, bukan kemarin, atau juga besok. Hidup adalah tentang menikmati hari ini, saat ini.

Selamat merayakan kehidupan! 🙂

JOJO

Advertisements