Day13: Hidup yang diubahkan Tuhan

Hari minggu seperti biasa gue pergi ke gereja. Buat gue, pergi ke gereja seharusnya bukan sebuah rutinitas, tapi kebutuhan. Doa, baca Alkitab, nyanyi lagu pujian atau nyembah Tuhan itu semacam lo sedang ngisi ulang energi di hidup lo. Sama seperti handphone yang musti diisi batere nya setiap hari, bedanya energi yang didapat dari Tuhan itu sifatnya personal, nyentuh bagian terdalam hidup lo. Makanya nggak heran, kalo inget kebaikan Tuhan kita bisa nangis sendiri. 

Hari ini gue dengerin satu kotbah di gereja. Tentang kehidupan yang diubah Tuhan. Gue mau bagi sedikit di sini.

Kisahnya diambil dari Kejadian 29:30-35. Cerita tentang Yakub, Rahel, dan Lea. Adalah seorang Laban yang punya dua anak gadis bernama Lea dan Rahel. Yakub jatuh cinta sama Rahel karena wajahnya yang cantik dan dia rela bekerja 7 tahun demi mendapatkan Rahel. Tapi setelah 7 tahun bekerja, Yakub tidak mendapatkan Rahel. Melalui pernikahan yang sudah diatur oleh Laban, dia malah akhirnya mendapatkan Lea. Yakub merasa tertipu dan dia sangat kecewa, tapi karena cintanya pada Rahel, dia kembali kerja pada Laban 7 tahun lagi. 

Lea yang sudah terlanjur dinikahinya merasa tertolak karena tidak dicintai suaminya Yakub, dan Tuhan melihat hal itu, sehingga Tuhan membuka kandungan-Nya dan Lea melahirkan anak laki-laki bernama Ruben. Tapi meskipun punya anak, itu nggak membuat Yakub menyukai istrinya. Lea pun berpikir dia harus punya anak lagi, sehingga Yakub bisa berpaling mencintainya. Anak kedua…. anak ketiga… dan tetap tidak mengubah hati suaminya. Sampai akhirnya anak yang keempat, Lea pun sadar, dan dia berkata, “Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan.” 

Hidup Lea selalu fokus ke hal-hal yang duniawi dan dia tidak pernah merasa puas dan bersyukur, sehingga dia merasa dia nggak pernah bahagia. Dia mencari pembenaran atas hidupnya dengan melakukan cara-cara yang menurutnya baik. Dan hati Lea pun diubahkan, dari fokus ke Yakub menjadi fokus ke Tuhan. 

Seringkali Tuhan ingin mengubah hati Anda terlebih dahulu sebelum mengubah keadaan Anda.

Orang miskin kuatir karena nggak punya uang, orang kaya kuatir takut kehilangan uangnya. Terus apa bedanya? Hidup itu lucu ya, kalau diikuti terus maunya, nggak pernah ada habisnya. 🙂 Lihat ini itu, kepengin ini itu, sampai akhirnya lupa bersyukur. Gue jadi inget sama sebuah kata bijak, “Jika Anda ingin kaya, cobalah hitung seluruh milik Anda yang tak terbeli dengan uang.” Kita memang butuh uang untuk hidup, ya sama seperti gue, butuh uang untuk bisa jalan-jalan 😛 Tapi nggak sadar, seringkali uang jadi nomer satu atau motivasi utama, dan Tuhan jadi nomer kesekian di prioritas hidup kita. Kenyataannya, ada hal-hal yang jauh lebih penting dari uang yang banyak, pekerjaan yang sukses, dan kehidupan yang serba wah. Gue tadi dapat satu kalimat ini, “Hidup yang tidak pernah puas akan jatuh ke dalam berbagai kesusahan, bahkan jauh lebih buruk.” 

Jalan menuju kebahagiaan seringkali bukan dengan menerima lebih banyak tapi dengan bertobat.

Advertisements