Masa Lalu

Suatu hari saya pernah iseng nge-twit tentang #masa lalu, dan yah… buat lucu-lucuan aja, sih. Itu kayaknya saya nge-twitnya hari sabtu, bangun tidur, dan belum mandi. 😀 Berikut rangkuman twit saya…

Kenapa harus tengok ke belakang, kalo kita bisa menatap ke depan. Kenapa harus repot dengan masa lalu, kalau ternyata hari depan jauh lebih baik.

Untuk urusan ribet di masa lalu, cukup say GOODBYE aja.

STOP mikirin yang galau-galau. Buang yang negatif, lanjutin hidup dengan yang POSITIF. Life must go on!

Gagal soal studi, percintaan, bisnis di masa lalu? Itu biasa. Good news-nya, lo tetap bisa mulai lagi. Sukses itu kan soal KEMAUAN.

Jangan berhenti kalau memang masih ada kemauan. Hidup kan soal pilihan. Lo pilih maju atau diam di tempat. Kamu penentunya.

Jangan hanya jadi penonton kalau ternyata kamu bisa jadi aktor utamanya. Lupakan soal masa lalu dan bikin daftar mimpi yang baru.

Hidup bukan soal kalah dan menang. Hidup adalah tentang kualitas menjadi lebih dari pemenang. Lupakan masa lalu dan jadilah pemenang.

Cerita masa lalu jadikan sebagai pengalaman. Pilih yang baik, singkirkan yang buruk.

Jangan cemas soal masa depan. Kalau urusan masa lalu sudah kamu selesaikan dan kamu BELAJAR banyak dari sana, masa depan pasti bakal HEBAT.

Cerita dan pernak pernik dari masa lalu bisa kamu taruh di file bernama “Kenangan”. Kalau kamu kangen, kamu bisa buka. Tapi jangan sering-sering ya.

Moment hebat dan mengharukan dari masa lalu bisa jadi pengalaman tak terlupakan. Tapi ingat, jangan mudah berpuas diri. Teruslah belajar!

Masa lalu boleh suram, tapi buat masa depan lo cerah. Optimis? Kenapa nggak?

Optimis = kemauan dan keyakinan teguh. Semua gak ada yang instan. Optimis lahir dari keinginan diri untuk berubah jadi pribadi yang lebih baik.

Tiap saat kroscek ke folder masa lalu membuat kamu gak bisa fokus sama mimpi masa depan. Stop being galauers and FOCUS with your dream.

Kesempatan tidak hanya datang sekali, tapi ribuan kali. Kalau kamu terus fokus ke masa lalu, kamu bakal melewatkan banyak kesempatan berharga.

Masa lalu memang bikin nyesek, apalagi urusan hati. Tapi sama seperti anak sekolahan, hati kita juga harus terus (dipaksa) belajar.

Patah hati itu biasa, toh jatah nyawa kita ada 100. Patah hati sekali, kita masih bisa jatuh cinta 99 kali.

Dari pada galau yang nggak jelas, mending cari dan lakukan hobi baru. Hidup itu CERIA. 

Advertisements