Berlibur ke Kampung

Liburan Idul Adha resmi selesai hari ini, dan besok sudah mulai ketemu lagi dengan kesibukan. Ini cerita dan foto-foto saya selama berlibur ke kampung Ayah dan Ibu saya di Tayu, Jawa Tengah. Maaf kalau fotonya kurang bagus, karena saya pakai smartphone. πŸ™‚

Hari jumat (26/10), saya berangkat pergi ke Tayu dengan teman kerja saya, Miss Yuli. Saya mau coba petualangan pergi ke rumah Mbah dengan naik bis ekonomi. Dari Semarang sampai ke Tayu, kami naik angkutan umum dan bis sebanyak 4 kali. Biaya totalnya hanya 19 ribu. Kalau pakai travel, bisa sampai 2 kali lipat harganya. Selama perjalanan sih seru aja, karena Miss Yuli teman saya ini orangnya lucu dan polos sekali. πŸ˜€ Di dalam bis, kami bertukar cerita tentang keluarga, kerjaan, dan kisah-kisah lucu yang terjadi di dalam bis.

Sesampainya di Tayu, saya mampir main di rumah Yuli dan disambut sama mamanya yang ramah. Mamanya adalah seorang perawat di sebuah rumah sakit di Tayu. Di rumah Yuli lagi panen buah mangga, jadilah sebelum saya pulang, saya diberi 1 plastik berisi mangga yang beberapa masih mentah. Saya pun akhirnya pergi ke rumah Mbah karena dijemput sama Mas Win, tetangga Mbah Putri yang sudah lama ikut Mbah sejak masih kecil dulu.

Sesampainya di rumah Mbah, saya disambut pelukan Mbah Putri dan Mbah Kakung. Maklum, saya jarang ke rumah Mbah, jadinya mereka bersemangat sekali bertemu saya, dan sebaliknya.Β Sampai rumah nggak bisa langsung istirahat karena Mbah Kakung mengajak saya untuk beli makan siang di luar. Karena sebelum saya datang, saya bilang ke Mbah, kalau saya pengin makan sate, dan kami pun keliling naik becak motor mencari sate dan nggak ada satu pun rumah makan sate yang buka. Akhirnyaaa… saya makan bakso!

Selesai makan bakso, pulang, dan kemudian duduk-duduk menikmati udara siang di kampung. Saya pun sama Mbah Putri lalu diajak ke kebunnya yang asri. Dilihatin tanaman cabe, asem itali, kacang panjang, timun, kemangi, pohon kelapa, dan masih banyak lagi bunga dan tanaman di sana. Saya jadi terkagum-kagum sama kerja keras Mbah Putri dan Mbah Kakung yang berhasil menciptakan ‘surga kecil’ untuk mereka nikmati di masa tua.

Selesai main di kebun, saya lalu mandi siang, karena cuaca yang sangat panas dan membuat gerah. Setelah mandi, saya lihat Mbah Putri lagi di dapur dan saya pun diminta untuk minum jamu yang dia buat. Mbah Putri cerita bahwa setiap 2 hari sekali Mas Win meracik dan membuatkan jamu buat Mbah Kakung dan Mbah Putri, dan mereka punya tempat sendiri untuk meramu jamu-jamu tersebut. Membuat jamunya secara tradisional, yaitu menggunakan kuali yang dimasak diatas tumpukan kayu-kayu. Dan ternyata ada sekitar 40-an tanaman jamu yang diracik dan kemudian diolah menjadi konsumsi minuman wajib buat Mbah Putri dan Mbah Kakung. Mbah Putri pun bilang, “Ya kalau nggak gitu nggak kuat. Itu bikin umur panjang.” Jadi, rahasia umur panjang dan sehat kedua Mbah saya ini adalah rutin minum JAMU. Harus ditiru!

Selama di rumah Mbah, saya menikmati pemandangan yang hijau-hijau, mata rasanya jadi seger lagi. Kami juga saling cerita tentang banyak hal, tentang Ayah dan Ibu saya, keluarga, Jokowi-Ahok (yang ini Mbah saya gaul soal politik-lah), dan nasehat tentang jodoh. πŸ˜€ Saya juga dinasehatin lho sama Mbah Kakung kalau wanita itu harus bisa di dapur, hwaaa! Dinasehatin juga kalau jadi orang itu nggak boleh malas dan harus belajar mandiri. Saya sihΒ dengerin nasehat Mbah Kakung sambil ketawa dan sesekali protes, terus kasih beberapa alasan seperti kenapa saya nggak suka masak. Saya bilang aja, yah mungkin ada saatnya nanti, saya mau masak. Cuma kalau kata Mbah Kakung sih, sebelum menikah itu baiknya mempersiapkan diri dan memasak itu adalah hal yang wajib dilakukan seorang wanita. Nah, saya nggak bisa protes lagi deh, bisanya bilang “iya” dan senyum-senyum. πŸ˜€

Asyik tinggal di rumah Mbah, kalau ingin makan buah mangga atau kelapa, tinggal metik dari pohon. Cuma yang bikin saya nggak nyaman tinggal di sana adalah cicak dan binatang sebangsanya, yang nyebut namanya aja udah bikin geli. πŸ˜€ Rencana pengin nyepi di kampung nggak berhasil, karena nyatanya saya nggak bisa jauh dari lappy dan blekberi. *jiaaahh*

Advertisements