I Loveee Week(end)

Weekend selalu menyenangkan bagi mereka yang sudah bekerja. Dan saya termasuk orang yang mensyukuri sebuah-hari-yang-tidak-perlu-terburu-buru-bernama-weekend ini. Tapi meski saya suka weekend, kadang saya kehabisan ide untuk menikmatinya. Sampai 2 tahun lebih tinggal di Semarang dan saya sampai sekarang masih belum punya tempat khusus untuk menghilangkan jenuh, semacam pelarian untuk ngopi cantik atau ngobrol sama temen. Jadi yah, saya bisa ditemui dimana saja saat weekend, tapi lebih sering sih di kost. Lebih nyaman.

Sabtu

Hari sabtu ini buat saya menyenangkan, karena saya nggak menghabiskan waktu sendirian, tapi bisa hang out sama teman-teman kerja. Jadi jam 8 pagi sekolah tempat saya ngajar bikin acara persekutuan doa bersama atau Komsel Raya. Lokasinya bukan di sekolah saya, tapi di SD DCS Puri. Mr. Heath yang nyampaikan kotbah, bule Amerika yang sekarang tinggal di Semarang dan juga orangtua murid di sekolah saya.

Kelar komsel, saya sama teman-teman duduk di dining room-nya sambil makan roti yang disediakan sama mereka. Enak deh, dining room-nya di ruang terbuka, beda sama sekolah tempat saya ngajar yang semua serba tertutup, soalnya sekolahnya di gedung lantai 3 dan pemandangannya lift dan tembok-tembok. 🙂

Saya sama teman-teman terus lanjut pergi ke Redbox Rental & Family Home Theater. Redbox ini milik orangtua murid. Sebelumnya kami sudah bilang mau pergi nonton ke sana, dan kami dijanjikan bisa pakai ruangannya GRATIS. Hehe. Nyampai sana kami langsung cari film yang bagus. Semua sih penginnya film comedy, terus pas lihat ada poster Eddie Murphy, kami langsung sepakat milih itu. Meskipun ada satu temen yang pengin nonton The Expendables 2, tapi kurang pendukung. 😀

Kami nonton A Thousand Words, a comedy family movie. Yang bikin lucu tuh ekspresi Eddie Murphy-nya. Ceritanya bagus, walaupun sedikit khayal juga. Sinematografinya oke, ada adegan-adegan yang setting-nya cantik. Saya memang penggemar film-film keluarga, macam Little Miss Sunshine, Madagascar, atau Ramona and Beezus. Ngomongin tempatnya, saya kurang tahu ada berapa ruangan di sana. Ruangan nontonnya sih asyik, audionya bagus, jadi seperti nonton di bioskop tapi yang ini mini-bioskop. Recommended!

Selesai nonton, makan di pujasera dan ketemu sama orangtua-orangtua murid. Gitu yah jadi guru, pergi ke mana pasti ada yang ngenalin kita. 🙂 Oya, saya pesan nasi capcay dan mungkin karena porsinya sedikit, jadi berasa masih lapar. Selesai makan langsung pulang kost yang kira-kira 15 menit dari Jalan Gajah Mada ke Semarang Indah. Nyampe kost langsung nonton Oprah. Udah lamaaa nggak nonton Oprah, dan bintang tamunya seorang designer terkenal, Ralph Lauren. Suka banget sama cerita tentang keluarganya yang kompak dan rumahnya yang keren banget.

Sabtu malam saya habiskan di kost. Sengaja nggak makan malam, hanya ngemil-ngemil. Sejak tinggal di kost baru di Semarang Indah, saya jarang makan malam. Tinggal di kompleks perumahan tuh pilihan makannya sedikit. Biasanya saya beli dulu sore harinya, jadi malam nggak perlu keluar. Dan waktu tahu malam minggu hujan deraaass, saya bahagia! *ketawa puas* 😀

wif DCS’s Friends

Nasi Capcay, 17 ribu, dan nggak kenyang.

Minggu

Bangun dengan tidak terburu-buru. Menyenangkan! Terus ngulet-ngulet, bengong, dan berdoa (atau buka hp dulu yah) 😛 Sempat keluar dan duduk di balkon kost, seneng lihat burung-burung dan denger suara cicicuit mereka. Coba yah tiap hari bisa nikmatin pagi yang santai seperti ini, sayang… saya masuk kerja jam 7 pagi, yang ada bawaannya selalu buru-buru.

Hari minggu itu adalah jadwal saya nonton Doraemon, Buah Hati, dan Ceriwis. Itu tontonan wajib. Buah Hati? Hihi, saya nonton itu karena buat nambah ilmu tentang perkembangan anak. *penting* 😀 Masih sih bercita-cita jadi psikolog anak, tapi ada nggak yah yang nawarin saya beasiswa? 🙂

Rencananya sih hari ini penginnya ke kedai mie-toko alat tulis-lihat mainan di carrefour-ke gereja, tapi yang terakhir doank yang kesampean. Karena lihat panasnya Semarang siang hari, jadi saya batal mau pergi-pergi, jadilah di kost masak. Masak mie instant maksudnya. 😀

Hari minggu adalah hari tidur siang nasional. Jadilah saya tidur dengan cantiknya, padahal asliii panas banget. Di kamar cuma ada kipas angin yang kecil lagi. Huhu. Bangun tidur… langsung mandi dan siap-siap ke gereja! Nyampe gereja dan salaman sama door keeper-nya dan langsung dikasih buku judulnya, “Tak Kenal Menyerah” karya John Bevere. Waaahh, asyik dapat buku gratis! 🙂

Di gereja duduk sebelahan sama pasangan Opa dan Oma yang kelihatan harmonis dan ramah. Saya selalu suka lihat pasangan-pasangan yang sudah berumur tapi tampak bahagia gitu. True love does exist, right? Jadi keingat sama pasangan Carl dan Ellie di UP. Padahal tadi siang sempet mention-mention-an sama satu penulis namanya Sheva, nyinggung soal film UP itu juga.

Selalu suka ke gereja. Seringnya saya ke gereja sendirian, tapi nggak masalah, karena memang saya lebih nyaman ke gereja sendiri. Tapi yah kalo diperhadapkan sama pilihan, sendiri atau sama keluarga, saya milih yang kedua. Pergi ke gereja sama keluarga adalah hal langka buat saya sekarang, jadi sebisa mungkin hari Natal atau pas mudik, ya ke gereja sama mereka.

Kalau di gereja saya tegas sama diri saya untuk nggak buka atau mainan handphone, soalnya biar bisa fokus dengerin kotbah. 😀 Itu juga yang diajarkan Ibu saya. Apalagi sampai ngobrol sama teman saat kebaktian, sebisa mungkin jangan deh, soalnya pasti ganggu orang lain juga yang sedang serius dengerin kotbah.

Yang nyampaikan kotbah sore ini pendeta senior, Drg. Yusak Cipto. Inti kotbahnya sih dari ayat Yesaya 30:15 yang isinya, “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Pak Yusak bilang kalau dalam menghadapi masalah apa pun, yang dibutuhkan adalah percaya dan tinggal diam. Tinggal diam itu bukan berarti kita nggak ngapa-ngapain, tapi artinya membiarkan Tuhan melakukan menurut cara-Nya. Tuhan itu nggak bisa diatur. Yang dibutuhkan Tuhan dari kita adalah hati yang percaya.

Selesai gereja, sebelum pergi saya sempatkan untuk bersalaman sama Opa dan Oma yang duduk di sebelah saya itu, dan mereka membalasnya dengan hangat. :”) Sebelum ke kost saya juga beli kebab kesukaan saya sebagai makan malam.

Weekend sudah selesai dan besok udah Senin aja! Biasanya mood hari senin ditentukan bagaimana weekend kita. Weekend kali ini sih nggak heboh dan berkesan banget, biasa aja, tapi tetep nyenengin. Setidaknya saya bisa santai dan seneng, udah cukup deh. 🙂

Di balkon kost. Para cicicuit berkumpul di pohon besar itu.

Buku gratis dan kebab turki :9

Advertisements