[ketika] hujan

 

Hujan melibatkan semuanya. Hatiku dan kesendiriannya. Ditemani kopi, lagu-lagu Taylor Swift dan Lenka, aku mencoba menulis. Aku biarkan kertas kosong di depanku menulis ceritanya sendiri, dan saat itu satu per satu kenangan pun muncul. Mungkin hujan memang moment yang tepat untuk merelakan kenangan masa lalu berputar kembali.  Seperti sore ini…

Ada cerita tentang aku dan si pria Banana Muffin itu, juga puisi-puisi yang kutulis setiap malam di cafe yang berbeda. Ada aku yang tiba-tiba kangen dengan pria Apple Pie, teman masa kecilku. Ada aku yang diam-diam naksir pria Lemon Bars di coffee shop dekat rumah. 3 pria dengan 3 cerita. Aku bukan satu-satunya perempuan yang mudah jatuh cinta, kan?

Cinta itu seperti tiramisu, manis dan mengejutkan. Semua menginginkan kisahnya manis dan renyah, tapi mereka lupa bahwa rasa pahit pun bisa menjadi bagian cerita yang menarik. Saat ini suka dan besok benci. Saat ini cinta dan besok patah hati. Selalu begitu.

Hujan selalu penuh rahasia. Sama seperti pria. Ada banyak hal yang rumit tentang mereka.

Tapi meski mereka membingungkan, mereka tetap saja lucu. 😀

Ketika hujan, kenangan manis muncul satu persatu.

Ketika hujan, sebuah keinginan lahir, dan diam-diam berkata dalam hati,

Aku mau jatuh cinta (lagi).

* Ilustrasi diambil dari Google

Advertisements