The Pursuit of Happiness Part 3

Setelah selesai dengan The Pursuit of Happiness 1 dan 2 versi teman-teman dan keluarga, akhirnya saya berpikir untuk membuat The Pursuit of Happiness part 3 yang berisi “happiness” versi saya. Ada beberapa teman yang menanyakan happiness versi saya, tapi saya selalu bilang, “Iya, nanti ya, baca sendiri di blog.” πŸ˜€ Kalau yang saya tulis ini sih tentang cerita bahagia yang sekarang, bukan tentang “Aku bahagia jika…” Beda kan, yah?

So, here we go…

Aku bahagia ketika sesampainya di rumah -setelah perjalanan jauh dari Semarang ke Cilacap-, disambut ciuman Ibu dan pelukan Ayah.

Aku bahagia ketika lapar dan 2 adekku memasak di dapur, aku bisa mencicipi masakan mereka, walaupun habis itu aku bantu cuci piring karena merasa nggak enak ati nggak ikutan masak. πŸ˜€ *padahal sih karena nggak bisa masak*

Aku bahagia ketika Nathan muridku bilang, “Aku sayang Miss Yoan.”

Aku bahagia ketika aku berhasil menyapu dan mengepel kamar, mencuci baju-baju kotor, menjemurnya dan melipat beberapa baju bersih. Aku bukan tipe orang yang suka beres-beres kamar, makanya bahagia banget kalau berhasil merapikan kamar. πŸ˜€

Aku bahagia ketika hujan turun dan aku udah ada di rumah, jadi aku nggak kehujanan atau harus berhenti untuk menepi. Eh, tapi beda sih kalau kamu menepi di tempat makan bersama orang yang kamu suka. πŸ˜›

Aku bahagia ketika ada orang (teman atau orang asing) yang membalas senyumanku atau sekedar menanyakan kabar.

Aku bahagia saat dapat surprise ulang tahun dari teman-teman kerja atau orangtua murid. Manis sekali! Terima kasih, ya. Sejujurnya, aku nggak terlalu suka perang tepung, tapi berhubung ulang tahun hanya sekali dalam setahun, aku maklumin deh. πŸ˜›

Aku bahagia waktu bisa curhat sama Ibu, Ayah, dan sama adek perempuan. Kalo sama Edo, adekku yang laki-laki itu, Β aku jarang cerita hal-hal yang serius.

Aku bahagia ketika gajian! πŸ˜€

Aku bahagia ketika aku sedang menulis, apalagi berhasil menulis cerita anak.

Aku bahagia waktu menghabiskan “me time” dengan membaca, menonton film bagus, atau nonton episode-episode Running Man yang bisa membuatku tertawa. Membuka youtube dan menikmati permainan gitar Sungha Jung, menonton video clip yang keren-keren, atau membuka-buka dan memandang takjub galeri foto super bagus milik teman-temanku yang jago fotografi.

Aku bahagia ketika pergi ke sebuah tempat wisata dan menikmati pemandangan, juga mencoba hal-hal seru di sana.

Aku bahagia bisa menikmati pagi yang tidak terburu-buru, dan itu hanya terjadi saat weekend.

Aku bahagia ketika ditelpon Ayah dan Ibu, saat benar-benar kangen rumah.

Aku bahagia sampai kadang menangis, tiap kali ingat kebaikan Tuhan yang sudah menyembuhkan Ayahku dari stroke.

Aku bahagia saat pergi ke gereja atau setelah berdoa dan ngobrol-ngobrol dengan Tuhan. Ada rasa damai yang luar biasa.

Aku bahagia ketika bisa memberi orang lain apa yang mereka butuhkan atau membantu mencarikan solusi untuk persoalan mereka.

Aku bahagia saat berada di antara murid-muridku, soalnya mereka punya pipi-pipi yang chubby yang bisa kucium dan mereka juga suka memelukku.

Aku bahagia ketika bisa melihat matahari pagi dalam perjalananku menuju tempat kerja.

Aku bahagia saat punya jam tidur yang bagus, jadi rasanya seger saat bangun pagi dan mood jadi asyik.

Aku bahagia saat libur natal dan semua anggota keluarga berkumpul, bisa menghabiskan waktu bersama, makan kue-kue natal, pasang lagu natal, juga menikmati pohon natal yang bercahaya saat lampu ruang tamu dimatikan.

Aku bahagia saat bisa pergi ke gereja bersama keluarga, dan sekarang sudah jarang sekali, karena kami tinggal berjauhan. Ayah dan Ibu tinggal di Cilacap, aku di Semarang, sedang adek-adekku ada di Jogja. 😦

Aku bahagia ketika melihat pasangan suami istri yang sudah tua, tapi mereka masih bisa melakukan perjalanan jauh ke luar kota. True love does exist, right? πŸ˜‰

Aku bahagia saat ada di pantai dan bisa menikmati sunset.

Aku bahagia saat ada di dalam bus atau mobil, melakukan perjalanan malam hari, dan menikmati lampu-lampu di jalan.

Aku bahagia saat lari pagi dan menikmati sejuknya udara pagi hari. *sudah lama tidak jogging* 😦

Aku bahagia saat makan malam sama keluarga dan berkumpul di meja makan.

Aku bahagia saat di rumah bisa doa malam sebelum tidur sama Ayah dan Ibu, dan juga sama adek-adek, kalo mereka juga sedang di rumah.

Aku bahagia dan terharu saat ketemu bapak-bapak paruh baya yang masih sehat, yang kutemui di jalan atau di gereja. Aku selalu inget sama Ayah di rumah.

Aku bahagia dan tersenyum waktu lihat seorang ayah membantu mencarikan buku untuk anak perempuannya di sebuah toko buku.

Aku bahagia waktu dengar kisah masa kecilku atau kisah tentang Ayah Ibuku dari saudara-saudara.

Aku bahagia waktu dengerin cerita teman, sharing soal pandangan hidup dan cerita-cerita kecil tentang keluarga masing-masing.

Aku bahagia waktu bisa melewati 1 hari tanpa mengeluh.

Aku bahagia saat menjadi diriku sendiri.

Aku bahagia waktu menari dan pakai sepatu balet.

Aku bahagia waktu punya teman-teman baru dan tetap bisa bersahabat dengan teman-teman lama, meski jarang ketemu.

Aku bahagia saat makan es krim, makan coklat, sushi, dan makanan-makanan enak lainnya. πŸ™‚

Aku bahagia saat ketemu cowok lucu dan dalam hati teriak, “Ih, itu tipe gue banget!” πŸ˜€

Aku bahagia ketika lagi bosan dan ada teman yang mengajakku jalan-jalan.

Bahagia waktu malam-malam kelaparan dan buka kulkas lalu menemukan ada makanan!

Bahagia waktu makan pizza di Nanamia.

Bahagia waktu (akhirnya) berani dan bisa naik motor. Semua berkat Ayahku!

Bahagia banget waktu akhirnya keterima kerja sebagai guru preschool, ini pekerjaan sekaligus tempat bermain.

Bahagia saat bisa mengembangkan imajinasi, menuang hal-hal yang menumpuk di pikiran ke dalam sebuah kertas.

Bahagia waktu dapat ide-ide di kamar mandi.

Bahagia waktu berhasil mengalahkan ketakutan, kekhawatiran, dan melawan rasa pesimis.

Bahagia saat naik sepeda.

Bahagia waktu lihat semua barang yang ada gambar ELMO nya. Haha.

Aku bahagia saat dipeluk! :3

Bahagia saat… main ayunan, arung jeram dan main di waterboom.

Bahagia waktu bisa mandi yang lama, nggak diburu-buru waktu. Dan bisa mandi air hangat!

Bahagia waktu ada yang mentraktir pas duit pas-pasan atau dapat berkat di akhir bulan. :p

Bahagia itu waktu kita mengunjungi keluarga atau teman di rumah sakit, bisa menghibur dan menemani mereka.

Bahagia itu waktu ada anjing-anjing di rumah dan mereka melakukan hal-hal yang bisa bikin ketawa, yah meskipun kadang kesel juga kalo bulu-bulu mereka rontok di lantai-lantai rumah.

Bahagia itu bisa terbuka dan jujur sama orang lain tentang apa yang kita rasakan.

Bahagia waktu lagi jatuh cinta, rasanya kayak dibawa terbang sampai lupa bumi, dan terus jadi rajin bikin puisi, deh. πŸ˜€

Bahagia waktu liat keluarga akur dan bisa kompak sama teman-teman kerja.

Bahagia waktu tulisan masuk koran dan blog masuk majalah.

Bahagia waktu ketemu sama penulis dan bisa ngobrol dengan mereka.

Bahagia itu lihat penyanyi yang suaranya keren sampai bikin merinding atau lihat cowok yang pintar main gitar, piano, atau drum. *meleleh*

Bahagia itu saat lihat penari-penari tambourine menari atau modern dance dengan koreografi yang keren.

Apalagi yah…

Bahagia waktu pertama kali naik pesawat? πŸ˜›

Bahagia waktu liat sekumpulan awan yang cantik, lihat kembang api, menghitung bintang-bintang di langit.

Bahagia itu saat aku bisa ketawa sampai terpingkal-pingkal, bahkan sampai nangis!

Bahagia itu bisa menikmati sore hari yang panjaaangg.

B-A-H-A-G-I-AAA

Kalau terus-terusan bisa bahagia sama hal-hal kecil, kebayang asyiknya hidup ini. πŸ˜€ Mungkin aja versi “happiness” kamu beda dengan “happiness” versiku, tapi yah kalo kata aku sih… bahagia itu kita yang ciptain! :3

Advertisements