[Review] Letters to God


Letters to God, film yang sangat menginspirasi. Film yang berangkat dari kisah nyata. Bercerita tentang Tyler Doughtie, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun yang menderita kanker. Tyler menulis surat untuk Tuhan, dia menulis tentang orang-orang dekatnya. Dia menitipkan suratnya pada tukang pos yang biasa mengantarkan surat-surat ke rumahnya.

Tyler tinggal dengan ibu, kakak laki-lakinya, dan neneknya. Tyler harus menerima kenyataan bahwa dia berbeda dengan anak-anak sebayanya. Dia anak laki-laki kecil dengan hati yang besar. Dia senang saat Mr. Perryfield-tetangga rumahnya-mengatakan bahwa dia anak yang special, karena Tuhan sengaja memilihnya untuk menjadi prajurit-Nya. Tuhan memilihnya untuk menjadi anak yang pemberani.

Kehidupan Tyler tidak hanya menginspirasi teman dan orang-orang di sekitar rumahnya, tetapi juga mengubah kehidupan tukang pos yang selalu menerima surat-suratnya. Brady, seorang yang mabuk-mabukan dan kehilangan anaknya karena perceraian, dia menemukan Tuhan melalui kehidupan Tyler.

Tyler seorang anak yang mencintai Tuhan dan percaya bahwa dia berbeda karena Tuhan punya misi khusus untuk hidupnya. Saat keluarganya mulai putus asa dengan penyakit Tyler, dia justru santai dan menikmati hidupnya dengan melakukan hobi yang paling disukainya, bermain sepakbola. Perjuangannya melawan rasa sakit karena kemoterapi, diejek teman sekelasnya, terbaring lemah di tempat tidur, kakak laki-laki yang mengeluh karena mempunyai adik yang penyakitan seperti dirinya… semuanya itu malah membuatnya semakin kuat hari demi hari.

Tyler tidak bisa memilih dimana seharusnya dia tinggal atau kehidupan bagaimana yang seharusnya dia miliki. Tyler hidup dengan mengandalkan Tuhan, membiarkan Dia melakukan rencana-Nya dan membuatnya sempurna. Dia beruntung karena memiliki keluarga yang selalu mendukungnya, bahkan dia bersyukur memiliki seorang ibu yang hebat, yang setiap saat selalu ada di sampingnya. 

Tuhan menyentuh kehidupan orang-orang yang membaca surat-surat yang ditulis Tyler untuk Tuhan. Keajaiban datang saat kita melakukan apa yang Tuhan mau kita kerjakan, dan Tuhan melakukan hal-hal yang tidak bisa kita kerjakan. 

Advertisements