Sepaket Kenangan Dari Masa Lalu

Semudah itu jatuh cinta. Semudah itu melupakan.

Aku benci mengakuinya.

Hari-hari manis karena lirik lagu yang seolah AKU-BANGET itu, kencan tiba-tiba, dan menghabiskan sore bersama dengan orang yang kau sukai adalah sebuah kenangan yang selalu ingin kau ingat. Meskipun setelah itu kau berusaha untuk amnesia saat orang menyebut namanya.

Ada kenangan yang mungkin berat dilepaskan.

Ada puisi yang mungkin dihapus dan dibuang jauh dari hatimu.

Tapi, tak ada yang pernah mampu mengembalikan waktu.

Sesaat, semua yang dulu seperti pelangi, mendadak menjadi goresan abstrak yang terdiri atas penyesalan dan kesedihan.

Aku pernah setidaknya menikmati bagaimana menjadi kenangan di hati orang lain, dan lalu menuliskan kesendirianku dalam lembar berikutnya.

Aku sedih, kemudian hilang kontrol, tapi tak akan pernah merengek di depanmu. Dan dalam hal ini aku menang.

Aku perempuan mandiri, itu kataku diam-diam, saat air mata mulai menuntut banyak hal…

AKU HANYA BUTUH WAKTU!! Arrrgghh. 

Setiap hal yang datang, mungkin akan pergi.

Setiap kenangan yang bertumpuk dan rapi dalam memori, mungkin hanya menunggu waktu membawanya ke tempat lain.

Aku pernah jatuh, tapi kemudian sahabat-sahabatku yang manis membantuku kembali bangkit.

Aku pernah menangis, tapi kemudian menyadari bahwa wajah murung dan maskara yang luntur malah membuatku menjadi Gadis Berwajah Buruk.

Aku lalu menyusun strategi baru. Sesuatu yang akan membawaku kembali menemukan sosok ceria dari diriku.

Aku menulis daftar pria yang membuatku patah hati.

Antonio.

Michael.

Aku membuang semua koleksi dvd komedi romantis dan menggantinya dengan film action.

Aku memberanikan makan telur karena selama kencan aku berkata pada mereka aku tidak menyukai telur.

Aku belajar memasak untuk membuktikan aku perempuan serba bisa.

Aku bangun pagi dan mendisiplinkan diri lari pagi. Dan hanya bertahan 3 hari.

Aku belajar berenang, gitar, menjahit… semuaaa!

Aku melakukan banyak hal baru untuk menemukan kesenangan-kesenangan lain yang kemudian aku menyadari bahwa aku hanya ingin menutupi kesedihan dengan sesuatu yang bukan diriku.

Dan akhirnya aku sadar… aku begitu menyukai kenangan-kenangan lucu tentang mereka dan membiarkan saja mereka tetap tinggal di bagian PRIA YANG (DULU) AKU SUKA.

Aku hanya punya satu alasan untuk tinggal dan membiarkan hatiku menemukan alasan lain.

Hmm… bagaimana dengan mulai mencari PRIA YANG MEMBUATKU LUPA AKAN BUMI. 😀

—- Jojo 🙂 xx

 

Advertisements