Edo

Edo. Adik laki-lakiku satu-satunya. Waktu kami kecil dulu, kami sering berantem. Apa aja jadi masalah. Mungkin karena selisih kami yang cuma beda setahun enam bulan. Edo punya warna kulit yang berbeda sama aku dan adik perempuanku. Kalau kata orang sih, hitam manis. Tapi Edo cuma punya hitamnya, nggak ada manisnya. BECANDA. 😀

Edo lebih suka diam, dia nggak banyak cerita, dan yah, dia suka bola. Dulu kamarnya penuh dengan poster pemain bola, tapi sejak dia sekolah di Jogja dan kost di sana, Ayah mendekorasi ulang kamar Edo. Edo sekolah di SMU Kolose De Britto, sedangkan aku di SMU Stella Duce 2. Masa remajaku dan Edo dihabiskan di kota gudeg itu.

Warna favoritnya adalah merah dan hitam. Dia punya banyaaakk baju warna hitam. Yang paling aku suka dari adekku ini adalah saat dia masak di rumah. Aku jadi bisa icip makan. Horeee. 😀 Kan tahu sendiri kakakmu ini nggak bisa masak. Lebih tepatnya sih malas. :p

Edo ini nggak kenal facebook atau social media apa pun. Kalau pun dia bikin akun facebook, itu hanya buat main poker. Dia bukan tipe cowok yang hobi ngetwit atau curhat di status. Dia jauh dari pencitraan. Trust me.

Belakangan ini dia lagi suka traveling. Tapi dia suka nggak ngomong kalo traveling gitu, jadinya nggak bisa nitip oleh-oleh deh. Biasa Edo, suka sok misterius gitu kalo ditanya orang rumah. :p 

Segitu aja tentang Edo. Dia pasti nggak mau kalo gue cerita tentang dia, daaann nggak perlu pasang foto dia  ya. 🙂 🙂

Advertisements