Selama hari ini, aku akan bahagia.

ADA banyak teman yang menyenangkan, tapi ada sedikit juga yang menyebalkan. Tapi lagi-lagi harus kuakui, aku butuh mereka untuk menghidupkan hariku.

Ada teman yang passionate, yang kunikmati karya-karya indahnya. Aku mengagumi caranya menikmati setiap detail kehidupan. Dia tampil berbeda bukan karena keharusan, tapi karena dia pribadi yang unik. Dalam hati aku berkata, aku pasti bisa bahagia seperti dia. Yang selalu haus akan hidup.

Ada aku yang kadang lebih banyak menjadi pengamat, daripada lakon utama.

Ada kesedihan yang kusimpan rapat-rapat, tapi yang dilihat mereka adalah aku yang mudah tertawa dan suka membuat lelucon.

Ada aku yang berlomba di tengah rutinitas dan produktivitas kerja, dan kemudian terjebak dalam kejenuhan. Yep, I’m still human.

Ada standar kebahagiaan yang ditetapkan oleh dunia, tapi aku menolak untuk mengikutinya.

Bahagia adalah hari ini.

Menikmati setiap detik keriangan dan rasa haru yang mungkin datang bersamaan.

Entah biru, merah, atau abu-abu sekali pun, hidup ya selalu berwarna.

Aku di sini atau kamu di sana,

Tertawa atau menangis,

Sendiri atau berdua,

Hidup harus berjalan.

Aku memilih bahagia dengan caraku sendiri.

Entah itu tidur siang di bawah hamparan langit biru.

Jalan-jalan sore berkeliling kota dengan sepeda.

Atau minum kopi sendirian di cafe dekat rumah.

Aku menyukai kesendirian, menuliskan semua kenangan dalam notes kecilku, juga lewat tulisanlah aku mengenal baik orang-orang di sekitarku. Aku merekam semua kisah dengan tulisan.

Iya, saat tidak ada teman, aku bisa berjam-jam membuka youtube, mencari video klip yang menarik atau puas tertawa saat melihat stand up comedy. Kadang aku membuka facebook hanya untuk melihat album foto sahabat-sahabat lamaku.

Pergi ke toko buku hanya untuk melihat-lihat.

Menyapa seorang kakek di sebuah rumah makan yang juga sedang makan soto sendirian.

Membalas senyum anak kecil yang digendong oleh ibunya di sebuah stasiun kota.

Tertawa saat mendengarkan lelucon yang diceritakan teman kerja di tengah penatnya pekerjaan.

Saat udara panas, berbaring di lantai kamar tanpa alas dan mendengarkan Mocca atau Corrine Bailey Rae.

Sedang bosan dan butuh sesuatu untuk ngemil, cukup ambil kunci mio, dan pergi ke toko kue untuk menghadiahkan diri sendiri sebuah tiramisu.

Memberi pundak dan sapu tangan untuk seorang teman yang baru saja diputus pacarnya, dan diam-diam bersyukur dalam hati karena masih single.

Membeli buah segar di supermarket dan membuat es buah untuk dimakan bersama adik.

Mencuci baju bersama Ibu dan membersihkan halaman belakang bersama Ayah.

Rebutan es krim sama adik.

Menangis saat nonton film drama romantis atau film keluarga yang bikin kangen pulang ke rumah.

Mengucapkan terima kasih karena Ibu Kost memberi nasi sop dan kerupuk saat tidak ada ide untuk makan malam.

Bahagia itu sederhana. Semua tersedia di antara hal-hal kecil di tengah riang dan riuhnya dunia. Andai saja semua orang menyadarinya.

______________________________ 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Bahagia. Itu yang diminta orang lain dari dunia. Dan aku memilih untuk menciptakan kebahagiaanku sendiri. Dimulai dari hari ini.

Advertisements