Ibu :)

Ibuku paling kanan, yang menggendong adikku, Tina

PERGI merantau kemana pun, pulang ke rumah tetap yang terbaik. Keluarga adalah sahabat terbaik sepanjang masa

Ibuku adalah seorang guru di sebuah SD negeri di Cilacap. Ibu mengajar pelajaran agama kristen. Ibuku ini sangat sabar. Mungkin karena sering bertemu murid-muridnya yang masih anak-anak, membuat beliau menjadi seorang pribadi yang ramah, sabar, dan mudah bergaul. Ibu dekat dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang baru dikenalnya. 

Ibu sangat suka membaca kitab suci dan dia adalah orang pertama yang mengajariku bagaimana berdoa dan menghapalkan ayat-ayat kitab suci sebelum tidur. Dulu, sewaktu kami masih kecil-aku dan adik-adikku-, kami diajarkan ibu untuk menghapalkan satu atau dua ayat sebelum pergi tidur. Itu bertahan sampai kami SD, sekarang saat kami sudah mulai beranjak dewasa, kami tidak melakukannya lagi, tapi kami tetap membaca kitab suci. Meski aku tidak serajin ibuku, tapi aku mencoba untuk setiap hari membaca kitab suci. 

Ibuku bukan sekedar orang tua, tapi lebih sebagai sahabat wanita buatku. Aku mengagumi pribadinya, dan sangat menyayanginya. Dia yang paling mengerti, bahkan saat aku nggak mau cerita tentang kesedihan yang kualami. Ibu, dia selalu menjadi orang pertama yang mengajakku tertawa saat aku sedang menangis. Ibu, dia yang selalu menjadi alasan, untuk aku bisa menjadi perempuan tegar dan tidak cengeng.

Ada banyak ibu di dunia ini, tapi tetap Ibuku yang terbaik. 🙂 Saat Ayah terkena stroke akhir tahun 2008, sampai sekarang Ibu masih setia menemani Ayah. Ibu bukan wanita yang mudah menangis, dia selalu tersenyum, saat melewati masalah-masalah kecil yang hadir di keluarga kami. Aku belajar banyak darinya. Bagaimana bersyukur dalam setiap kondisi, percaya dan mengandalkan Tuhan setiap saat. 

Aku diam-diam selalu berdoa pada Tuhan untuk keluargaku. Khususnya untuk Ibu dan Ayah. Aku hanya ingin melihat mereka sehat dan sukacita setiap hari. Meski sekarang aku tinggal jauh dengan keluarga, tapi aku selalu berkomunikasi sama mereka. Minimal mengirimkan sms untuk memastikan mereka menjalani hari dengan semangat. Paling suka kalo dengar suara ayah dan ibu di telepon dan bisa bilang ‘kangen’ sama mereka. Saat jauh dari keluarga, dan hal pertama yang ingin kamu lakukan saat akhirnya bertemu, adalah memeluk mereka. Itu yang biasanya kulakukan saat pulang ke rumah. :”)

Advertisements