Hari 15#: Abu-abu

Kemarin saat selesai menjemur pakaian (hahay), aku memperhatikan pakaian-pakaian yang tergantung itu. Ternyata, aku punya banyak baju berwarna abu-abu. Abu-abu adalah warna kesukaanku, selain merah dan ungu.

Kata orang, warna mencerminkan kepribadian seseorang. Hmm, mungkin benar. Mungkin ada sisi diriku yang tampak abu-abu.

Abu-abu adalah warna yang samar-samar. Warna yang tidak mencolok, tapi juga bukan warna yang pudar.

Abu-abu, melihatkan sisi optimis yang kadang bisa sangat pesimis.

Abu-abu, kadang tidak jelas maunya apa. Menjadi abu-abu, seakan memperlihatkan diri ini tidak bisa memilih. Tapi kadang, dengan menjadi abu-abu, itu sudah merupakan sebuah pilihan.

Abu-abu, bisa menjadi teman siapa saja, karena dia netral.

Abu-abu, kadang sangat ceria, tapi juga bisa mendadak murung.

Abu-abu, hidupnya hanya mengikuti alur saja. Dia kadang menjadi orang yang tidak berprinsip, membuat  orang-orang disekitarnya merasa kesal (atau kasihan?). Karena katanya, hidup itu harus punya tujuan, jangan asal mengalir saja.

Abu-abu, mungkin bukan warna favorite sebagian orang, tapi seharusnya juga tidak menjadi warna yang lalu tidak disukai. Menjadi abu-abu, mungkin membuat sebagian orang merasa kesal atau gemes, tapi menjadi abu-abu juga merupakan sebuah pilihan kan, saat kamu tahu bahwa hanya dengan menjadi abu-abu, kamu merasa nyaman, karena menjadi dirimu sendiri.

Advertisements