Hari 14#: The Bucket List

*Semalam karena capek dan ketiduran, akhirnya membuat gue nggak posting tulisan. Nah, hari ini gue bayar dengan 2 postingan. Ini dispensasi terakhir. Udah nggak bisa pakai dispensasi lagi nih, soalnya cuma dikasih 3 kali dispensasi. Jadi, kalau besok-besok gue nggak nyetor 1 hari 1 tulisan, maka gue dinyatakan gagal ikut tantangan #30harimenulis ini. Huhu.

Apa yang kamu lakukan jika kamu tahu bahwa hidupmu tidak akan lama lagi? Putus asa dan pasrah menerima nasib? Yang pasti hal itu tidak terjadi dengan 2 pria paruh baya, Edward Cole (Jack Nicholson) dan Carter Chambers (Morgan Freeman). Mereka memilih melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk menghabiskan sisa waktu hidup mereka. The Bucket List, sebuah film drama yang membuat kamu tersenyum, tertawa dan menangis secara bersamaan, lalu berkata, “Hidup terlalu singkat, jadi lakukan apa yang ingin kau lakukan, selagi ada kesempatan.”

Edward Cole dan Carter Chambers dipertemukan di sebuah ruangan di rumah sakit. Mereka menjadi teman sekamar. Keduanya didiagnosa menderita kanker dan divonis dokter hanya mampu bertahan selama 6 bulan. Edward dan Carter mempunyai karakter yang sangat bertolak belakang. Edward seorang yang kaya raya, namun hidupnya kesepian. Sangat berbeda dengan Carter. Meski hidupnya tidak sekaya Edward, tapi Carter mempunyai keluarga yang mencintainya.

Berawal dari catatan kecil berisi “things to do before i die” milik Carter, yang kemudian membawa dua pria paruh baya ini berkeliling dunia. Mereka melakukan perjalanan dengan mengunjungi tempat-tempat indah di dunia. Perjalanan yang singkat, namun merubah cara pandang mereka terhadap hidup.

Hidup mungkin cukup sederhana, yang membuat dirimu merasa kaya adalah memiliki keluarga yang mencintaimu dan pengalaman hidup yang kamu punya. Ini bukan soal prestasi atau jutaan rupiah -atau milyar- yang kamu punya, tapi seperti apa kualitas hidup yang kita miliki. Hidup adalah tentang penerimaan dan menginvestasi kebahagiaan. Tidak pernah ada yang tahu, apa yang akan terjadi di esok hari. Maka, selagi kamu atau saya masih diberi udara pagi hari yang sejuk, bisa melihat matahari atau senyum orang-orang yang kita kasihi, buatlah kehidupan yang lebih bermakna. Lebih kaya, lebih gila. 🙂

You only live once, so why not go out in style? -The Bucket List

Advertisements