Hari 9#: Letters to Juliet

The greatest love story ever told, is your own.

Sebagian orang berkata bahwa mereka adalah orang yang mudah jatuh cinta. Sebagian orang berkata sebaliknya. Jatuh cinta adalah perasaan yang tidak mudah mereka miliki, karena butuh lebih dari sekedar rasa simpatik pada seseorang. Jatuh cinta butuh waktu dan kebersamaan yang intim. – Jojo

Sophie (Amanda Seyfried), seorang editor New Yorker, pergi berlibur ke Verona bersama tunangannya. Liburan yang seharusnya digunakan mereka untuk bersenang-senang bersama, nyatanya tidak seperti itu. Tunangannya, Victor, sibuk dengan kegiatannya menyiapkan berbagai keperluan untuk bisnis restorannya. Sophie akhirnya memilih berkeliling menikmati keindahan kota Verona, dan kemudian perhatiannya terusik saat dia melihat beberapa wanita dari berbagai negara, berkumpul di suatu tempat dan mereka sibuk menulis surat. Sebuah dinding dengan surat-surat cantik tergantung disana. Surat yang ditujukan kepada Juliet. Sophie pun mencari tahu, dan akhirnya menemukan sebuah perkumpulan dimana ada volunteer yang bertugas untuk menjawab surat-surat tersebut.

Sophie pun bersemangat untuk bergabung, dan suatu hari, tanpa sengaja dia menemukan sebuah surat. Sebuah surat yang sudah ditulis 50 tahun yang lalu dan selama ini tersembunyi. Sophie pun membalas surat tersebut dengan excited. Seminggu kemudian, seorang pria datang ke perkumpulan itu dan menanyakan siapa orang yang membalas surat yang ditujukan kepada neneknya itu. Pria muda itu bernama Charlie (Christopher Egan), dia adalah cucu dari Claire Smith (Vanessa Redgrave), penulis surat itu.

Sophie menyambutnya dengan ramah, karena dia sama sekali tidak menduga bahwa surat yang dibalasnya itu akhirnya membawa dia bertemu dengan Claire, seorang wanita yang berusia senja namun tetap terlihat cantik. Pertemuan Sophie dan Claire membawa mereka pada sebuah perjalanan singkat menemukan cinta sejati, sebuah kisah tentang cinta pertama Claire di masa lalu.

Perjalanan yang tidak mudah untuk menemukan kenangan masa lalu dan menggabungkannya dengan harapan, bahwa cinta sejati Claire, yaitu Lorenzo, masih mengingatnya dengan baik. Kebersamaan dan hari-hari yang dihabiskan Sophie dengan Claire, dan Charlie si cucu yang overprotective itu, membawa kesan yang dalam untuk dirinya. Cinta, perasaan yang tidak mudah dipahami, tapi sangat manis dalam bentuknya yang ajaib. Membuat Sophie berpikir ulang, apakah cinta juga yang mendasari hubungannya dengan Victor tunangannya, atau hanya kebersamaan biasa. Keputusan pun siap diambil Sophie. Dia belajar banyak, bahwa cinta sejati teruji dengan waktu dan moment paling indah, adalah saat kamu menemukan bahwa kamu bisa bahagia dan menjadi dirimu apa adanya, hanya saat bersama dengan orang yang tepat.

***

Film yang manis dengan setting keindahan Italy yang menawan dengan bangunan-bangunan klasiknya. 🙂

Advertisements