Hari 7#: Ayah dan Ibuku

Ayah dan Ibuku, merekalah yang mengajariku bahwa dalam hidup, tidak sekedar harus mampu bertahan, tapi juga luwes menikmati kehidupan.

Ayah dan Ibuku, mereka mengajari aku tentang cinta, bahwa cinta tidak hanya diungkapkan lewat kata, tapi juga  dengan kejutan dan perhatian manis, yang tak terlupakan.

Ayah dan Ibuku, mereka menaruh kepercayaan penuh padaku, bahwa aku sanggup menjadi putri sulung kebanggaan mereka.

Ayah dan Ibuku, mereka berdoa tanpa henti untuk aku, Edo, dan adik bungsuku Tina, untuk kami selalu menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan dan bisa menjadi teladan juga berkat, dimana pun kami berada.

Ayah dan Ibuku, mereka selalu berkata padaku, bahwa Tuhan punya rancangan terbaik untuk hidupku, untuk itu aku tidak perlu kuatir tentang masa depanku.

Ayah dan Ibuku, motivator dalam hidupku, yang mengajariku untuk berani melangkah, menuliskan dan menyelesaikan impian-impian kecil, dan menjadi diriku apa adanya.

Ayah dan Ibuku, mereka mengajariku, bahwa dalam hidupku, ada banyak warna selain hitam dan putih. Mereka memintaku untuk bebas memilih warna yang aku suka, dan belajar menggunakan kuas dengan tepat.

Ayah dan Ibuku, mereka selalu menjadi alasanku untuk pulang, merindukan rumah juga kenangan masa kecil, dan masakan Ibu.

Ayah dan Ibuku, tidak sekedar orangtua terbaik yang kumiliki, tapi juga sahabat terbaik yang selalu kubanggakan. Selamanya.

Ayah yang hebat dan Ibu yang super baik hati. I love both of you!! Terimakasih, Ayah dan Ibuku, karena mencintaiku tanpa batas.

***

*Kangeeenn. Cepatlah natal, aku ingin pulaaaangg 😦

Advertisements