Hari 4#: Good Morning, Miss Yoan :)

Heyyyy, gue bayar utang #30harimenulis nih. Kemarin minggu nggak nulis, so hari ini posting 2 tulisan yaaa 🙂

Hari ini gue mau cerita tentang pekerjaan baru gue. Udah sekitar 3 bulan ini gue di preschool dan elementary Daniel Creative School (DCS). Keinginan untuk jadi guru TK yang pernah gue tulis disini, akhirnya kesampaian juga, meski gue harus rela meninggalkan Jogja dan pindah ke kota yang terkenal dengan bandeng presto-nya ini.

Bertemu sama anak-anak yang lucu-lucu setiap hari, buat gue itu pengalaman baru. Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi mereka, hihi. Anak-anak di preschool umurnya mulai 1, 5 tahun sampai 5 tahun. Mereka punya karakter yang berbeda-beda dan setiap anak itu unik. Jadi cara menghadapi mereka pun juga tidak sama.

“Good Morning, Miss Yoan!”, adalah sapaan anak-anak buat gue di pagi hari. Biasanya mereka menyapa (atau balas menyapa) gue dengan wajah yang bersemangat atau ada juga yang masih mengantuk. Untuk anak pra playgroup, mereka masuk sekolah mulai pukul 07.45, sedang yang di kindergarten (TK), mereka mulai pukul 7.15. Pagi sekali ya buat anak-anak untuk mulai belajar? Jadi, maklum saja kalau mereka masih ngantuk. Melihat ekspresi dan tingkah laku anak-anak, bikin gue ketawa dan senyum-senyum. Mereka itu polos dan menyenangkan 🙂

Selain harus sabar, jadi guru TK juga harus kreatif. Kreatif dalam pola mengajar, mempersiapkan art project atau worksheet buat anak-anak belajar di kelas, termasuk juga harus punya ide kreatif untuk menenangkan anak yang menangis di kelas, hihi. Gue punya pengalaman soal ini. Namanya Nathan. Kemarin tanggal 7 November, dia baru aja genap 2 tahun. Pertama kali gue ketemu dia, waaaa Nathan nangis terusss, gue sampai bingung harus nglakuin apa. Gue peluk aja dia sampe pasrah tangannya yang mungil itu, memukul-mukul kepala gue. Dan gara-gara nangis terus, akhirnya dia sampai ketiduran di pelukan gue. Waktu sadar dan kebangun sedikit, mulai deh nangis lagi.

Hari dan minggu berlalu (ceileeehh :p), Nathan pun lengket sama gue. Kalau nggak bareng gue, dia pasti nangis. Nggak mau dipegang sama teacher yang lain, maunya cuma sama gue. Hoho. Gue pun jadi akrab sama Nathan. Seiring kedekatan gue sama Nathan, gue jadi tahu apa yang bikin Nathan seneng. Misalnya, soal kesukaannya dia sama tokoh komik Jepang, Doraemon. Semua barang di tasnya bergambar Doraemon, sampai kemarin waktu dia ulang tahun, anak-anak di sekolah dan juga teacher-teachernya diberi celengan koin gambar doraemon. Hehe.

Nathan yang gue temui sekitar 2 bulan yang lalu sama Nathan yang sekarang, udah jauh berbeda. Keliatan sekali perkembangannya. Dia nggak lagi nangis, tapi sekarang lebih berani. Sudah oke saja kalau ditinggal mama atau babysitter-nya. Meski tetap pendiam dan ngirit ngomong, hehe, tapi Nathan udah menunjukkan kalau dirinya berani dan bisa bersosialisasi sama teman-teman di kelasnya. Kalau udah gini, sapa coba yang merasa lega dan seneng? Pasti gurunya kan? 😉

Kalau kamu, dulu waktu sekolah, kamu anak yang seperti apa? Pendiam, pemalu atau yang nggak tahu malu? Hehe. Masa sekolah, dari mulai kita TK, SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi… semuanya berkesan dan punya memori yang bakal kita ingat terus ya. Memori manis sampai yang memalukan sekalipun, semua itu, pasti akan jadi memori paling indah dalam hidup kita. Ah, jadi kangen serunya sekolah 🙂

Advertisements