Hari 2#: Jalan-jalan ke Pelabuhan Tanjung Mas

Kemarin gue punya temen baru. Namanya Sandy, anak Singkawang yang saat ini masih kuliah di Jogja. Jadi ceritanya, pulang kerja gue janjian ketemu sama salah satu sahabat baik gue, Andar. Dia datang dari Jogja dan kesini dengan maksud mengantar keluarganya Sandy pulang ke Singkawang. Singkat cerita, kami bertiga bertemu di depan kantor gubernur di jalan pahlawan. Masih dengan menggunakan seragam kerja karena nggak sempat pulang, gue akhirnya manut aja waktu diajak main sama 2 lelaki berbadan tinggi-tinggi itu.

Tujuan utama adalah pelabuhan. Nah, sebagai orang baru di Semarang, gue nggak tau dimana letak pelabuhan. Setau gue sih deket daerah Arteri, tapi nggak tau dimana tepatnya. Bermodal tanya-tanya orang di jalan, akhirnya bertiga kami menyusuri Tanah Mas, Peti Kemas, lalu berhasil menemukan Pelabuhan semarang, yang namanya Pelabuhan Tanjung Mas.

Jujur baru pertama kali ini gue pergi ke Pelabuhan. Gue belum pernah tau seperti apa Pelabuhan itu, apalagi naik kapal. Transportasi yang sering gue gunakan ketika bepergian, yah paling hanya bus atau kereta. Eniwei, saat diajak ke pelabuhan, gue jadi excited. Lihat kapal-kapal besar, trus masuk ke kapal Marisa Nusantara, lihat dalamnya kapal seperti apa. Melihat truk-truk besar di bagian bawah trus naik, melihat kelas ekonomi dimana mereka semua tidur bersama-sama dan pas  gue disana, waaaa… panaaass banget . Makanya nggak heran kalau disana kita bakal sering lihat mas-mas atau bapak-bapak tanpa kaos alias bertelanjang dada. Banyak orang, panas, dan harus berbagi oksigen juga. Tapi kata temen gue, kalau kapal udah jalan, AC di ruangan itu dinyalakan. Hooo baru tau, kirain bakal dibiarkan berpanas-panasan. Buat temen gue, meski harus tidur berhimpit-himpitan seperti itu, yang dia suka adalah kebersamaannya dengan orang-orang, apalagi dengan tema, pulang kampung. “Tau kan vokalisnya Seventeen, trus sama itu tuh vokalisnya Domino, aku pernah bareng sama mereka dulu naik kapal kayak gini juga. ” “Itu jaman mereka belum terkenal ya?” (Ya iyalah, kalau udah terkenal ya naik yang lebih nyaman donk. Gue juga nanyanya aneh) 😀

Sebenernya ini jadi perjalanan pertama ibu dan adik-adiknya Sandy naik kapal. Mereka biasa naik pesawat untuk pulang ke Singkawang. Tapi karena erupsi Merapi yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Jogja dan cuaca yang tidak baik, Bandara Adisucipto Jogja ditutup sementara waktu. Mereka pun tidak punya pilihan lain selain pulang dengan kapal. Dari Jogja, ke Semarang naik kapal, dan akan menghabiskan 2 hari 1 malam untuk bisa sampai di Singkawang. Wow.

Jalan-jalan sore di Pelabuhan Tanjung Mas kemarin, buat gue itu satu cerita baru. Sayang, gue terlambat untuk moment sunset-nya, jadi ya cuma menikmati view apa adanya. Tapi tetap seru. Melihat luasnya lautan, merasa sedikit pusing pas kapal goyang waktu truk-truk besar masuk kapal. Kalau pengalaman naik kapal kecil sih gue pernah, waktu ke Kepulauan Seribu dan waktu nyebrang ke Pulau Nusakambangan, Cilacap. Kalau naik itu sih nggak bikin mabuk laut, hihi.

Jalan bareng Andar dan Sandy yang orang Kalimantan, lalu dengerin bahasa mereka, hmm, lucu juga. Indonesia tuh kaya suku dan bahasa ya. Gue pengin deh, next time, yang nggak tau kapan itu, merasakan pantai atau tempat-tempat indah di luar Jawa. Ayo Mini, jangan cuma omdo, nabung donk nabung!! Hehe. 😀

P.S. Foto menyusul, yah. Habisnya kemarin numpang kameranya Sandy 🙂

Advertisements