tentang rasa kehilangan dan respon yang benar terhadap keadaan

Saya baru saja kehilangan. Handphone kesayangan saya, kemarin minggu sukses hilang. Mungkin harganya memang tidak wah, tapi buat saya, fungsi dan peranan handphone itu sangat mahal dan berarti selama setahun ini. *tsah*

Di henpon yang saya beri nama, Mibi Mollen itu… (yess! barang atau benda yang saya miliki, biasanya saya kasih nama. nggak semua sih.), selain berisi contact person sahabat dan kerabat, ada juga lagu-lagu gereja, kumpulan video berisi gerakan tarian tambourine, foto-foto hasil narsisme, dan beberapa catatan ide-ide cerita baru atau semua hal yang berbau inspirasi tiba-tiba itu, biasanya langsung saya catat di notes handphone, dengan maksud kalau sudah sempat, akan saya tulis di laptop.

Dan semua itu hilaaaanngg. Beberapa catatan penting dan contact person teman-teman saya, juga semua kenangan indah bersama si Mibi… Hiksss.

Tentang rasa kehilangan kali ini… Sisi pertama dari diri saya mengatakan, “Udahlah. Relakan saja. Toh, ini pembelajaran penting buat kamu. Besok-besok musti lebih waspada dan hati-hati lagi kalau sedang di tempat keramaian. Dan pentingnya memakai tas yang bahannya tebal, jadi nggak mudah disilet sama si copet.”

Dan disisi lain diri saya, pikiran seperti, “Kenapa sih gue harus muter balik ke UGM? Padahal tadinya, gue udah dijalan, arah pulang. Kenapa akhirnya, gue memutuskan untuk kembali ke UGM, dan datang melihat-lihat di acara Sunmor* ini? Kalo saja gue nggak ke Sunmor, pasti henpon masih ada sama gue sekarang.”

Aneh memang, kenapa penyesalan selalu datang terakhir?

Saya (akhirnya) memilih untuk menjadikan peristiwa, “Minggu Pagi yang Menggemparkan dan Kehilangan Mibi adalah Perasaan yang Menyedihkan di Awal Mei Ini” itu, sebagai pembelajaran dan proses karakter dalam hidup saya. Meski beraaatt.

Tapi yah, SETIDAKNYA saya bisa belajar sesuatu dari kejadian itu, bahwa “Apapun yang terjadi dalam hidupmu, sedih atau senang, berada dalam kondisi yang menguntungkan atau tidak, tetap bersyukur! Miliki respon yang benar terhadap sesuatu/keadaan yang tengah kamu hadapi. Saya percaya, bahwa seringkali berkat terbungkus dalam ujian dan masalah. Sikap kita menentukan apakah kita dapat menemukan berkat itu. Saya memilih saja untuk menyikapi kejadian itu dengan respon yang benar.”

-ROMA 8:28-

*Sunday Morning (Sunmor) adalah event setiap minggu pagi di UGM. Dimana banyak pedagang yang sangat banyak, menjual barang-barang lucu dan murah. Selain kita bisa belanja disini, di SunMor ini juga banyak lesehan yang menawarkan menu sarapan pagi, dan jajanan-jajanan yang murah meriah.

Advertisements