SORE BERSAMA ERY

“… pergi ke Perancis, mampir ke Negeri Peri,

lalu pulang membawa Cimol.”

Lotek, di Sagan

Hihihi… lucu ya kalimat diatas. Itu cerita kemarin, sore hari saya bersama Ery, seorang sahabat lama. Dia sahabat saya, sejak kami masih di Stella Duce 2. Sekolah putri dengan seragam kebanggaannya, rok kotak-kotak biru. Ceritanya, kemarin kami pergi makan siang bersama, di sebuah rumah makan, di daerah Sagan. Kami makan lotek. Haha. Ini salah satu makanan kesukaan saya lho, soalnya saya suka sayuran πŸ™‚

Cafe LIP

Selesai dari makan siang, kami lanjut ke Lembaga Indonesia Perancis (LIP), yang letaknya tidak jauh dari situ. Kami ngobrol-ngobrol di Cafe LIP. Cafe LIP ini tempatnya sederhana dan nyaman. Saya berharap, salah satu daftar resolusi tahun ini bisa terkabul, yaitu mengambil kelas bahasa perancis. Hahay!

Ini hari kedua saya kesini bersama Ery, kalau kemarin kami bertiga, ada Kak Ocha juga. Hai, kak! πŸ™‚ Saya memesan coklat panas dan Ery, cappuccino. Ery melihatkan foto liburannya di Bangka, akhir tahun lalu. Bangka, tempat asal pacar Ery. Ugh, saya iri melihat foto-foto itu. Pantai dengan batu-batu besar, seperti dalam film Laskar Pelangi. Tapi saya cukup menyesalkan, kenapa Ery nggak sekalian ke Belitung… bukannya lebih indah ya disana? Belitung, tempat liburan impian saya.

Selesai melihat foto-foto, Ery lalu memperlihatkan pada saya sebuah file, yang diberi nama “cerita anak”, dan didalamnya ada sebuah tulisan, hmm, lebih tepatnya sebuah dongeng yang belum jadi, dan… WOW! Saya membaca sekilas, bab I cerita Ery ini, dan sangat kagum pada teman saya itu. Ery memang pintar menulis dan dia pernah menang sebuah lomba menulis Essai di SMA dulu, saya lupa tentang apa πŸ™‚ Tapi, Ery memang cerdas. Saya tau kalau Ery juga suka menulis cerita, tapi saya baru tahu sore itu, kalau ternyata Ery menyukai fairy tales, dan dia berbakat menulis dongeng. Beda dengan saya, saya memang suka menulis cerita anak, tapi belum pernah mencoba menulis dongeng.

Sore itu menyenangkan. Kami banyak ngobrol tentang tulisan dan Ery juga nggak malu-malu, menunjukkan puisi buatannya. Mulai puisi jatuh cinta sampai tulisan curhatan soal patah hatinya. Hoho. Kalo saya sih sudah sering pamer puisi saya di fesbuk πŸ˜€ Ngg, aku suka tulisanmu yang ini, “Kamu menjadikanku Slemanona-mu dan mengkhianati Brajamusti.” Aku belum pernah sih diajak nonton bola sama cowok, jadi nggak tahu soal yang beginian πŸ˜€

Hujan sudah reda, coklat dan cappuccino kami juga sudah habis, saya lalu mengajak Ery ke toko buku. Togamas Ujo. Toko buku diskon di Urip Sumoharjo, yang letaknya di seberang XXI. Ery belum pernah ke Togamas Ujo. Ah, kebetulan sekali.

Togamas Ujo

Togamas Ujo letaknya di atas GIANT. Toko buku yang juga memiliki cafe ini, tempatnya nyaman. Tidak seperti di Togamas Affandi, yang memang lebih luas dan disana agak susah mencari buku yang diinginkan. Kalau di Togamas Ujo, penyusunan buku-bukunya lebih rapi, jadi memudahkan untuk menemukan pengarang favorit dan karya terbarunya.

Toko buku adalah tempat yang menyebalkan. Sungguh. Menemukan buku yang bagus-bagus, novel yang menarik, majalah film dengan poster yang super gede, dan buku cerita anak (termasuk kumpulan dongeng 365 harinya)… Semuanya membuat gila. Ingin membeli semua, tapi… nggak mungkin. Selain kar’na uang pas-pasan, saya juga sadar, saya ini punya kebiasaan buruk. Suka mengkoleksi buku, daripada membacanya. Haha. Tapi saya berniat mengubah kebiasaan buruk ini kok. Nggak janji, tapi berniat. NIAT πŸ˜€

Oya, sore hari di toko buku itu, ada moment yang saya ingat.

Jadi ceritanya, kami berdua sedang berdiri di sebuah rak buku, yang isinya adalah buku-buku anak. Lalu beberapa detik kemudian…

Ery terlihat sibuk mengagumi buku-buku terbitan GPU, yang seri tentang peri itu. Buku cerita dengan gambar-gambar peri yang cantik. Disney memang jagonya memanjakan imajinasi anak-anak.

Saya juga nggak kalah sibuknya. Buku dongeng terbitan Erlangga, satu-satu saya lihat, trus saya akting… seakan-akan sayaΒ  sedang membacakan dongeng untuk anak-anak. Ah, impian saya!! Menjadi penulis cerita anak, juga punya toko buku yang memiliki acara rutin, setiap malam ada pendongeng yang akan mendongengkan cerita untuk anak-anak. Ok, ini ada dalam daftar impian saya, nomer 2 dan 13. Hihihi.

Akhirnya, cuma Ery yang pulang membawa buku. Saya berusaha menahan diri untuk puasa dulu membeli buku atau novel. Soalnya minggu lalu sudah beli buku, dan belum selesai dibaca πŸ˜€ Saya sudah memasukkan ke dalam daftar bacaan yang akan dibeli, kalau misalnya besok saya ke toko buku lagi, “Kelas Memasak Lilian.”

Pulang dari Togamas dan membeli… Cimol. Haha. Bukan, ini bukan jajan favorit saya kok πŸ˜€ Camilan favorit saya mah bergizi, seperti Apel dan Oatmeal. Haha. Itu kalau lagi “sadar” sih. Sadar pentingnya kesehatan dan menjaga kalori. Sok diet ah! Haha. Seringnya sih ngemil Lays (kalo lagi kaya), richeese (semua jenisnya saya suka), dan keripik-keripik setan πŸ˜€

Sore bersama Ery. Menyenangkan, banyak cerita dan tawa. Ayo ry, teruskan proyekmu! πŸ™‚

xo, mini.

Advertisements