DVD Time!!

Kangeeenn ngeblog, kangen berbagi!! Berbagi hal yang mungkin tidak berarti saat ini, tapi berarti buat saya, di 10 tahun mendatang. Halah. Hehe… Oke, lanjut, kali ini saya mau berbagi soal film-film, yang saya tonton di bulan Februari lalu. Ada 4 film, dan dari semuanya, saya paling suka dengan Julie & Julia πŸ˜‰

BONJOUR. Julie & Julia is a delicious movie πŸ˜‰

Film ini bercerita tentang seorang cewek bernama Julie Powell (Amy Adams), yang mengidolakan seorang ahli masak, Julia Child (Meryl Streep). Atas saran dari suaminya, akhirnya Julie membuat sebuah blog tentang resep dan kegiatan memasaknya selama 365 hari.

Film ini tentang komitmen. Komitmen untuk melakukan sesuatu hal yang kita suka dan fokus terhadap hal itu.

Film ini tentang perjuangan seseorang, untuk mempertahankan apa yang dia yakini benar.

Film ini bercerita bahwa dukungan dari orang terdekat, sangat berarti dan memberi kekuatan, di saat-saat tersulit dalam hidup.

Film ini tentang bagaimana memasak, bukan soal resep yang njlimet atau bahan masakan yang susah untuk dicari…

Tapi lebih dari itu, film ini tentang bagaimana memasak adalah bagian yang menyenangkan dan mengajarkan pada kita bahwa… Seburuk apapun hal yang terjadi menimpa kita, masalah pekerjaan, pertengkaran dengan anggota keluarga, bad hair day, dan banyak hal tak terduga yang kita alami hari itu.. setidaknya, ada hal yang melegakan dan dapat mengobati rasa “frustasi” kita… MAKANAN! Haha. Dan yang kedua, Blog. Seburuk apapun hari saya, saya selalu bersyukur masih memiliki ini, Celoteh Mini. Hoho πŸ˜‰

Well, paling nggak, setelah nonton film ini, saya jadi makin sadar bahwa satu-satunya cara untuk membuat suami betah di rumah adalah… Istri yang jago masak! Haha… By the way, saya dikit-dikit udah belajar memasak lho. Yah, meski baru sekedar bikin sop, goreng nugget-sosis-baso (ini slalu ada di kulkas untuk keadaan darurat!), dan bikin kelinci tepung.. Paling nggak, saya mau berubah, menjadi wanita yang sesungguhnya πŸ˜€ Saya tuh orangnya anti di dapur, saya nggak suka mencuci piring, tapi yah, suka nggak suka pasti harus melakukan hal ini kan. Tapi, semua hal yang sayaΒ  pikirkan tentang memasak berubah, ketika menemukan moment dimana saya sedang mengiris-ngiris bawang sendirian di dapur, mencuci sayuran, dan bengong beberapa menit saat memikirkan saya harus apa sesudah ini.. Itu pengalaman yang luar biasa.. Menyenangkan! Yes, memasak sendiri ternyata mengasyikkan. Tapi, sampai sekarang saya belum PD dengan masakan sendiri, apalagi menyuruh orang untuk makan masakan saya. Oh, No! Nanti sajalah, kalau sudah waktunya πŸ™‚ Masih harus belajar soal bumbu dapur dan memasak sesuatu dengan hati. Hoho ^^

Oya, ngomongin soal masak. Ini saya kasih linknya, blog teman SMA saya, Siska… yang sukses dengan toko kuenya. Disini πŸ™‚

Up In The Air bercerita tentang Ryan Bingham (George Clooney), seorang pria karena tuntutan pekerjaannya, yang mengharuskan dirinya, bepergian ke seluruh penjuru Amerika. Film ini bercerita tentang kehidupan seorang pria, tentang komitmennya, pandangannya terhadap hidup, dan juga mengenai pilihan-pilihan yang dia ambil, yang bersebrangan dengan orang lain.
Dialog-dialognya cerdas, menggambarkan realita yang sebenarnya, dan nggak bosen-bosennya saya liat Om George Clooney… makin tua, makin ganteng!! Haha.

Saya selalu suka dengan sebuah film yang bercerita tentang kehidupan seorang anak dan dunianya. Film ini contohnya, bercerita tentang kehidupan Max, seorang anak yang kesepian dan membutuhkan teman bermain. Saat dia merasa, Mama dan kakak perempuannya tidak bisa diajak bermain, merasa bahwa tak ada satupun yang memperhatikan dia di rumah, suatu malam Max memilih kabur dari rumah. Max akhirnya bertemu sekelompok makhluk aneh, yang memiliki tubuh besar, berbulu, dan terlihat menyeramkan. Tapi, ternyata, mereka adalah teman-teman yang menyenangkan. Saya suka nonton film ini, kar’na imajinasi saya bisa ikutan bermain. hoho. Saya memang slalu suka anak kecil, imajinasi mereka sangat luas, dan bergaul dengan mereka, bisa bikin kita awet muda πŸ˜‰

Semua orang menginginkan tubuh yang sehat dan hidup yang lama. Semua orang membutuhkan keluarga, dukungan, dan pelukan yang hangat. Menonton film ini, membuat saya berpikir, bahwa jika kehidupan dan kematian hanya dipisahkan oleh sebuah garis tipis, 5 menit menjadi waktu yang sangat berharga. Di film ini, diceritakan tentang Kate yang menderita Leukimia, dan bagaimana keluarganya sangat menaruh perhatian dan cinta kepada dirinya. Sama seperti yang saya jalani saat ini. Kehidupan saya, perhatian, dan kasih sayang saya, sepenuhnya terpusat pada Ayah. Saya selalu meminta pada Tuhan setiap harinya, kesehatan yang sempurna untuk Ayah. Dan Tuhan mengabulkan permintaan saya. Ayah memang menderita Stroke, tapi semua anggota tubuhnya berfungsi secara sempurna. Kecuali untuk matanya, kar’na selain efek pasca operasi, juga ini kar’na faktor usia. DanΒ  ayah mungkin dalam berbicara, belum bisa sesempurna orang-orang pada umumnya. Bagaimana pun, saya selalu bersyukur untuk itu. Tuhan slalu memberi, melebihi apa yang pernah saya minta dan pikirkan. Kehidupan saya dan keluarga yang saya miliki, misalnya πŸ™‚

***

Saya terlalu banyak menonton film, sampai melupakan membaca buku. Tahun ini harus banyak baca buku, Mini!!

Advertisements