Apa yang bisa dilakukan KATA?

Saya suka lupa kata. Seringkali, lupa waktu.

Saya merasa, saya adalah orang paling ceroboh sedunia.

Saya suka mengamati orang lain, ketika saya berada di Trans Jogja, di toko buku, di sudut cafe, di pinggiran jalan menunggu hujan reda.

Saya suka bingung, kenapa ada wanita cantik yang berjalan dengan pria berwajah biasa, yang disebutnya pacar, tapi lebih mirip sopir pribadinya itu.

Saya suka makan es krim di malam hari.

Kopi membuat saya merasakan jatuh cinta dan kesepian, secara bersamaan.

Gemini, adalah anugerah dan sebuah kutukan untuk wanita cantik seperti saya πŸ˜‰

Melihat seorang pria, yang sedang bercanda dengan seorang anak kecil, membuat saya berpikir, β€œDia pasti ayah yang baik untuk anak-anak saya kelak.”

Saya wanita lembut dan cengeng sedunia, buktinya, saya sering nulis puisi.

Saya suka terjebak dengan kalimat teman-teman pria. Mereka memang ganteng, tapi buat urusan hati, mereka sama payahnya seperti saya.

Suka heran dengan kalimat, β€œCinta tidak harus memiliki.” Buat saya, cinta layaknya sebuah mainan. Kalau kamu suka, kamu harus memilikinya.

Suka terbangun pada pukul 2 pagi, dan merasa, Tuhan mengajak saya untuk ngobrol ngalur-ngidul, soal kehidupan, dan mimpi-mimpi saya.

Saya benci piring kotor. Tapi, saya suka malas mencuci piring.

Saya nggak suka didikte. Saya sukanya dimanja.

Bantal adalah benda ajaib.

Menjadi perempuan itu mudah, tetapi menjadi Ibu yang baik, tidak semua orang mampu melakukannya. Dan saya, sangat sayang pada Ibu.

Selalu ada 2 pilihan, menjadi diri sendiri atau orang lain.

Intropeksi diri, berpikir positif, toleransi. Hanya 3 saja, tapi kadang bisa begitu susah.

***
Rumah Ayah Ibu, Jan 2010.

Advertisements