Mimpi-Mimpi dalam Notes Kecil

Saya masih disini. Baik-baik saja. Bukan saya sok sibuk, atau merasa tak perlu menulis lagi. Sungguh kehidupan saya tak pernah lepas dari hi-tec dan notes kecil. Saya menyukai setiap detail kehidupan, dan selalu tak lupa menuliskannya di notes kecil saya. Meski itu terkadang hanya sebuah coretan tak berarti.

Saya ingat ketika saya pertama kali jatuh cinta. Pada dia. Saya ingat, waktu itu saya memakai cardigan merah dan conello blackforrest di tangan kiri saya. Hati saya dagdigdug. Saya mencoba cek hati saya, apakah berubah pink karnanya? πŸ˜‰ Saya suka warna pipi saya ketika sedang jatuh cinta, juga puisi-puisi jerman itu. Keindahannya bukan saat saya berhasil memilikinya. Tapi saat hati saya dikemas dalam pita penantian, bertuliskan, β€œSegala sesuatu indah pada waktuNya.”

Saya tahu hati saya mendidih setiap kali memikirkan dia. Rasanya ingin pergi ke pantai, berlari dan memanggil namanya keras-keras. Toh, saya berada di pantai bukan di depan rumahnya πŸ˜‰ Itu pikir saya. Tapi hati saya menjadi sekecil kerang, waktu si pria Udang Raksasa itu ada di depan saya dan tersenyum. Meleleh? Sudah pasti.

Itu baru cerita saya soal jatuh cinta dan greget-gregetnya. Belum soal kehidupan saya yang lain yang tidak lepas dari tissu, patung obsesi, ambisi vegetarian dan menjadi penulis cerita anak.

Beberapa kali saya menulis mimpi-mimpi di notes saya, dan menikmati bagaimana jemari saya menyusun hari. Menikmati proses tentu saja tak sama ketika kau menuangkan sebuah teh cammomile ke dalam cangkir kesayanganmu. Tak sama ketika kau menanti cookies buatanmu, dan siap memberikannya pada pangeran kecilmu. Lebih dari itu. Saya selalu bersemangat menikmati proses meski terkadang terasa lelah menggunakan sepatu keds ketika berlari dan berpikir menggunakan scooter jauh lebih enak dan cepat.

Selalu ada hal kecil yang konyol dan membuat saya tidak berhenti tertawa. Ada saat ketika saya menggunakan tissu lebih banyak dari biasanya. Bukan saya yang kelewat cengeng, tapi saya selalu terharu ketika melihat bapak tua yang mendorong gerobak ditemani putrinya yang manis. Ada saat saya menyadari bahwa ketika saya cemberut adalah ekspresi saya yang paling lucu. Ada lagu-lagu baru yang menjadi soundtrack hidup saya, dan saya sangat suka ketika seseorang memainkan gitar dan menyanyi untuk saya.

Saya hanya bisa bercerita, bahwa setiap harinya saya selalu merasa jatuh cinta. Sebuah impian-impian kecil yang slalu menghiasi notes kecil saya. Selalu ada inspirasi baru yang ditulis hati tentang cinta. Cinta saya pada ayah, ibu, adik-adik yang menjadi jagoan saya, sahabat, dan Leonardo. Calon ikan mas saya πŸ˜‰

Advertisements