Satu Pagi di Hari Minggu

Cerita hari minggu kemarin

Bangun pagi diawali dengan teriakan bokap. “Nduk, ayo mandi. Tar gereja penuh lho.” Hmm, kira-kira intinya begitu lah, agak-agak gak denger sih soalnya masih antara sadar dan tiada waktu itu. Heheh. Bangun tidur dan langsung mandi. Gak sempet sarapan kar’na kalo gw itung-itung secara matematika (tsah 😀 ), gw mandi dan dandan itu bisa membutuhkan waktu yang lama. Dan lagi, kata bokap abis gereja disuruh datang ke acara silahturahminya (baca: makan-makan) holcim. hohoho. Jadi gak masalah lah menahan lapar dulu selama 2 jam di gereja 😀

Pergi ke gereja berdua sama bokap, nyokap gereja nya di tempat yang berbeda. Suka sekali ke gereja kemarin! Gw dihibur dengan penampilan 2 paduan suara anak-anak mudanya, yang punya suara-suara bagus dan sangat kreatif itu. Paduan suara yang pertama memakai organ sebagai musik pengiringnya dan mereka nyanyinya kompak sekali. Baru setelah selesai khotbah oleh pendeta, dilanjutkan kembali dengan paduan suara anak muda yang jumlahnya lebih sedikit dari paduan suara yang pertama. Gw nggak liat mereka bawa gitar atau musik apa pun yang akan mengiringi mereka bernyanyi, dan gw berpikir, ‘ah ini pasti akan membosankan’. Eh, tapi dugaan gw salah. Mereka memang nggak pake musik, masing-masing dilengkapi mic, dan mereka tampil maksimal dengan gerakan-gerakan dan suara-suara yang dibikin sekreatif mungkin, yang bikin decak kagum orang-orang di gereja. Gw jadi ngebayangin diri gw berdiri di posisi mereka dan menyanyi untuk semua orang di gereja, tapi langsung nyadar diri kalo suara gw lebih pas kalo gw sumbangin di kamar mandi daripada di gereja. Tuhan kan udah ngasih masing-masing orang talenta dan bakat, talenta gw bukan di nyanyi tapi di bidang yang lain. Apakah itu? 😀

Selesai gereja, langsung ke acara halal bihalal keluarga besar holcim. Kalo ini datangnya sama nyokap. Bokap gw ada rapat gereja jadi datang menyusul. Tema silahturahmi tersebut adalah “Sucikan Hati Raih Prestasi.” Pikiran gw udah ke makanan aja, jadi nggak semangat dengerin kata sambutan. Setelah sambutan, baru lah ada inspirator dari jakarta yang selama beberapa jam ke depan akan membagikan pelatihan leadership. Mereka tidak menyebut ini sebagai pelatihan leadership atau seminar, tapi mereka menyebutnya sebagai ‘petualangan’. Inspirator bernama Jamil Azzaini itu membawa tema SUKSES MULIA. Inspirator lulusan IPB itu membagikan beberapa point penting bagaimana menjadi sukses itu. Dia juga membagikan pengalaman hidupnya, seorang anak dari keluarga miskin yang berhasil menjadi insinyur pertanian. Dia berhasil mencapai cita-citanya kar’na dari kecil dia memelihara impiannya itu, bahkan dia harus berkelahi dengan teman-teman sebayanya di SD yang mengejeknya, bahwa nggak mungkin seorang anak dari keluarga miskin bisa jadi insinyur. Akibat berkelahi dengan teman-temannya itu, kepalanya sempat terluka dan akhirnya menjadi pitak. Dia menyebutnya sebagai Pitak Insinyur Pertanian.

Selama kurang lebih 1, 5 jam seminar atau pelatihan itu berjalan, gw mendapat masukan-masukan baru. Bahwa betapa pentingnya orang memiliki mimpi atau cita-cita. Bahwa apa yang kita pikirkan, maka menjadi seperti itulah kita nantinya. Kalo kita mikir yang negatif terus, ya hasilnya kita menjadi pribadi yang buruk. Sedang kalo kita mikir yang positif, maka kita menjadi pribadi yang positif dan berguna. Dengan selalu berpikir positif dan memelihara mimpi, sudah pasti sukses di tangan kita. Jadi, seperti apa hidup yang kamu pilih? 😀

Selesai seminar, salam-salaman, dan akhirnya… MAKAN MAKAN. Senaaangg 😀 Stand makanan berada di luar gedung. Pertama, nyoba soto semarang dulu. Trus nglirik stand kambing guling, hwaa.. semangat 45! Sebelum ke kambing guling, mampir ke es buah. Trus pas ke stand kambing guling, ngliat udah kosong, gw KECEWA BERAT. Ke stand kambing guling yang lain, abis juga. Dimana kambingnya? Dimana? 4 stand kambing guling ludes dan gak sedikit pun memberi kesempatan buat gw mencicipinya. Sebel kuadrat. Akhirnya nyoba sate ambal aja.

Nah, makanan yang selama ini gw hindari di muka umum atau di acara-acara pesta, adalah sate, coklat dan makanan berat lainnya yang membuat gw makan belepotan dan yang kira-kira bakal nyangkut di gigi. Kemaren cuek aja makan satenya. Dan bener, gw makan sate belepotan (gak segitunya belepotan sih, cuma mulut dan tangan yang pliket gara-gara kena sambel sate), ditambah rambut kena angin dan berantakan, pokoknya kacau deh. Gw berharap saat itu bokap gw yang ternyata berdiri nggak jauh dari gw dan lagi becanda-becanda sama temen2nya itu, nggak ngenalin gw ke mereka. NGGAK dengan gw yg tampak kacau ini. Tapi ternyata dewi fortuna lagi pulang kampung. Harapan gw pupus.

“Yoan, kenalin ini…” kata bokap, memaksa gw akhirnya menoleh ke belakang.

“Yoan.”

“Toro. Saya juniornya papa lho.” GANTENG.

Kata dia dengan senyum ramahnya, dan gw dengan SENYUM MAKSA. Ini gara-gara sate dan gara-gara bokap kalo gw nggak bisa senyum dengan sempurna. Kan gw takut kalo pas gw senyum lebar, trus ada sumthin’ yg nyangkut di gigi, dan dia bilang, “ITU ADA CABE MERAH DI GIGIMU”. Emang paling males kenalan sama orang kalo lagi makan gini 😦

Advertisements