Tentang sebuah rasa, menulis, dan berbagi

Udah kurang lebih 1 minggu, blog gue gak keurus. Sibukkah gue sampe gak sempet posting? hmm, gak juga. gue hanya sedang… malas. Ya, malas. Kalo udah ngomong 1 kata ini, maka udah gak perlu lagi gue jelasin panjang lebar. Gue menikmati ke-malas-an gue ini dengan melakukan banyak hal di real world, yang bahkan gue bener2 ngrasa gak nyaman dengan ‘kehidupan’ itu. Gue merasa gelisah kalo tidak menulis sesuatu. Gelisah kalo ada point-point penting dan (juga) tidak penting yang gue lakuin di smua aktivitas gue, yang gak gue rangkum dalam bab bernama “journal”. Gw butuh satu ruang, tempat gue berbagi kegelisahan dan pembenaran atas apa yang jadi pemikiran gue, perkataan gue, dan juga apa yang gue lakukan. Gue butuh satu ruang tanpa jeda yang bisa gue bagi ke temen-temen gue. Namun, gue sadar pada akhirnya toh ada titik jenuh yang bikin gw untuk sementara ‘berdiam diri’, menikmati malas dan menemukan apa yang sempat hilang.

Kalo kamu bertanya, kenapa blog ini ada, maka gue akan menjawab… blog ini ada karna gue butuh satu space untuk berbagi kegelisahan gue tentang sesuatu. Gue merasa tidak pintar berbicara atau mengungkapkan sesuatu dengan baik, maka gue menulis. Bahkan akhirnya gue menyadari, ternyata gue juga gak pintar menuang sesuatu dalam tulisan. Tapi itu bukan 1 hal buruk buat gue. Karna ternyata dari kekurangan gue itu, gue bisa belajar banyak. Bagaimana mengungkapkan rasa, menulis dengan hati dan berbaginya dengan kalian.

Terima kasih teman, makasih kar’na sudah mau berbagi rasa dan cerita dengan gue. Slalu ada alasan untuk gue kembali menulis, dan itu pasti kar’na kalian 🙂

*bingung ya gw ngomong apa? Sama. Gw juga ;D *

Advertisements