Baca dan tersenyumlah :)

Lagi iseng buka-buka file lama dan gue nemu 2 tulisan di file “nulis apaan sih”. Satu puisi tentang dia (ehem) 😀 dan satu tulisan lagi yang gak jelas gue nulis apaan. Sebut saja cerpen anak-anak. heheh:D

Dimana Fajar

Ada masa-masa dimana aku harus melupakan kenangan yang pernah ada.

Dan ketika aku hendak mengaborsi kenangan2 yang aku punya, memori waktu seakan memaksaku mengingat intermezo itu.

Sebuah masa yang tak panjang, singkat saja.

Bagaimana aku dan dia memaknai cerita tanpa dimensi apa pun.

Sebuah kebersamaan yang tanpa detail didalamnya.

Sedikit kesenangan kecil ditengah lelahnya metamorfosis kehidupan.

Dan ketika akhirnya aku dan dia harus kembali memainkan peran kami di sebuah ruang dan waktu yang beralaskan bumi dan beratapkan langit inilah, kami pun harus berjalan sendiri2.

Aku belajar melupakan dan dia juga.

Lalu akhirnya aku sedikit belajar, sebanyak apa pun intermezo yang datang dlm hidup kita, tak perlu disesali.

Karna itulah yang menghiasi perjalanan waktu kita.

MINI & OBILLUS

Suatu hari, Mini pergi jalan-jalan dengan Kakek dan Neneknya. Di tengah perjalanan, Mini bertemu dengan Obillus, raksasa seram yang ditakuti anak2. Mini bukannya takut dan lari menjauh, tapi Mini mendekati Obillus dan berkata, “Badanmu besar sekali. Pasti makanmu banyak. Kamu suka makan apa? Ayo, ikut aku dan Kakek Nenekku, kami akan pergi ke kebun SUKA MAKAN. Disana banyak makanan yang enak2. Kamu pasti suka.”

Sebelum Obillus sempat berkata-kata, Mini sudah menggandeng tangan Obillus dan mengajaknya ikut dalam perjalanannya.

Sesampainya di kebun SUKA MAKAN, Mini sibuk mencari tempat untuk dia dan Kakek Neneknya serta Obillus duduk.

“Disini saja. Nyaman. Anginnya juga sejuk.” Kata Mini pada Kakek Neneknya.

“Kita pesan seperti biasa ya. Paket Kenyang dan Paket…”

“Pesan double porsi saja, Nek. Karna teman Mini, si Obillus ini makannya banyak. Jadi, untuk dia semua harus extra.”

“Tentu. Kamu juga harus seperti Obillus, makannya banyak, jadi kamu tambah besar nanti. Tidak mini terus, hahaha…” Ledek Kakeknya.

“Ah, kakek…” kata Mini dengan pipi yang memerah.

Akhirnya mereka memesan makanan yang semua double porsi dan makan sampai habis. Setelah makan, Obillus berkata pada Mini, “Kenapa kamu mau berteman denganku? Padahal anak2 yang lain takut padaku?”

“Aku berteman dengan siapa saja. Yang kecil, yang besar. Yang miskin, yang kaya. Yang jelek maupun yang cantik, siapapun bisa jadi temenku.”

“Terima kasih kar’na mau menjadi temanku. Kamu memang baik, Mini.”

P.S. Pelajaran yang bisa dipetik adalah, kita tidak boleh pilih-pilih teman. Berbuat baik lah pada sesama tanpa membedakan suku, agama atau kepentingan lain. Kecil, besar, miskin, kaya, jelek, cantik, jawa, sunda, tionghoa, kristen, katholik, islam, hindu, budha. Bukankah Tuhan juga tidak pernah memilih pada siapa Dia memberikan kebaikanNya? Jadi kenapa harus pilih-pilih? 😀

Advertisements