Menghadirkan Masa Lalu Lewat Sebuah Surat

*postingan kali ini gw akan memakai kata ‘saya’ 😀 *

Semalem niatnya mau bikin surat cinta buat lomba itu, jadi saya bongkar-bongkar file lama deh. Eh malah nemu surat yang ditulis sahabat saya buat saya. Langsung deh saya sms anaknya. Terharu waktu baca surat yang ditulisnya. Dengan gaya polos anak 17 tahun yang mengartikan persahabatan, bikin saya teringat jaman sma dulu. Kata dia, mungkin saya satu-satunya temen yang bisa ngertiin dia, mungkin saya jugalah satu-satunya temen yang bicara tentang persahabatan sama dia. Temen saya pasti udah lupa kejadian 7 tahun lalu, bahkan dia pasti sudah lupa surat itu. Tapi semalam, waktu saya buka buku diary jaman sma dulu, saya merasa flashback ke masa lalu. Saya, seragam putih abu-abu, dan dia.

Apa yang paling menarik dari bertemu kembali dengan kenangan masa lalu? Sedihnya kah, atau bahagia yang tersimpan rapat? Saya memilih tersenyum. Tersenyum karna ternyata saya dan dia masih bersahabat baik sampai sekarang. Walopun kami berdua tinggal di kota yang berbeda dan letaknya sangat jauh. Tersenyum karna kenyataannya kami berdua adalah dua pribadi yang sangat berbeda. Saya yang ceplas ceplos dan dia yang pendiam, tapi dari sanalah kami belajar bagaimana persahabatan timbul bukan dari persamaan yang kami punya tapi lewat perbedaan yang akhirnya membawa kami belajar menghargai satu sama lain. Tersenyum karna ternyata, saya sangat menyayanginya seperti rasa sayang terhadap saudara sendiri.

9 diary dan 3 buku kumpulan puisi yang saya bongkar2 semalam. Akhirnya, lupa deh sama tujuan awal 😀

Advertisements